TKA, Diterima atau Ditolak?!
Skor 0
by Widi Jatmiko - 01/02/2017, 10:48

Gambar ini diakses dari bagstock.com

Baru baru ini muncul berita, ada tenaga kerja asing yang masuk di Indonesia. Dan ada wacana UU Ketenagakerjaan akan direvisi. Saya juga belum tahu, yang direvisi sebagian atau seluruhnya.

Nah, ini akan menjadi diskusi yang lebih mendalam. Terkait tenaga kerja asing, memang sudah diatur kok di produk hukum tersebut. Ada klasifikasi tertentu bagi TKA yang boleh bekerja di sini. Jadi, tidak semata-mata dilarang atau diperbolehkan mempekerjakan TKA.

Tidak bisa dengan alasan pasar global -efek perjanjian apa itu namanya aku lupa singkatannya antara negara Asia Tenggara-RRT-, TKA dapat bekerja di sini. Semua ada batasannya kok.

Maka, gak usah heboh. Biasa saja. Kecuali TKA yang bekerja di sektor perikanan. Cukup tegas memang dilarang semenjak dua tahun yang lalu, yakni; kapal perikanan berbendera Indonesia, dilarang memakai awak kapal asing. Jika melanggar, kapal dihentikan pengoperasiannya. Cukup!

Ngomong-ngomong soal urusan TKA, coba cek di dunia sepakbola. Liga Indonesia yang aku tahu, dua puluh tahun yang lalu sampai sekarang, menggunakan jasa pemain asing, atau sama dengan TKA.

Dari ciri pekerjaan sebagai pemain sepakbola; berlari sampai memeras keringat, benturan dengan pemain lawan, saling tackle, dapat dikatakan sebagai pekerja kasar.

Namun, perlu digarisbawahi, pekerjaan sebagai pemain sepakbola, tidak melulu memeras keringat, ada skill lain yang menjadi nilai jual seorang pekerja, dalam hal ini sebagai pemain sepakbola yang pasti urusan bola, bola dan bola.

Dan, jika melihat dari besaran upah, lebih tinggi dari bayaran seorang manajer di perusahaan ternama sekalipun. Itu artinya, meski jenis pekerjaaannya kasar, tetapi skill khusus yang menjadi nilai tambah bagi pemain sepakbola.

Dipastikan, pekerja TKA dalam hal ini masuk dalam klasifikasi pekerjaan tertentu. Dan juga, sampai sekarang pun tidak menjadi persoalan. Bahkan sangat dibutuhkan. Meski tetap ada batasan kuota pemain asing. Untuk itu, memahami persoalan TKA harus secara holistik.

Jadi, urusan TKA, No Problemo -dalam bahasa Italia-, hehehe..

Dibaca 332 kali
Dikategorisasi sebagai Hukum dan Masyarakat
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Widi Jatmiko Pemula di Hukumpedia.com

Contact
Location Kabupaten Jembrana
Posts 14
2017-01-19 10:22:01
Ini mirisnya sepak bola Indonesia bang (maaf nyambung dikit soal sepak bola diatas). Rasanya aneh aja ketika tim sepak bola Indonesia yang bertanding tapi isinya banyak WNA nya. Oke secara tenaga mereka lebih kuat, tapi apakah itu jadi halangan untuk pemain Indonesia yang mempunyai tekad besar? Sialnya kita sebagai penikmat justru menonton dengan bersorak-sorak dan membangga2kan ketika gol atau menang.
Tapi ini berbalik ketika ada seorang WNA yang mengibarkan bendera Merah-Putih (maaf melenceng jauh), dan justru pengibar tersebut malah di buli dan seolah tidak berhak turut mengharumkan nama Indonesia.
2017-01-12 19:50:40
Tapi kan secara faktual tenaga kerja asing lebih professional dibandingkan dengan tenaga local di bidang teknik dll ,TETAPI tenaga kerja yang tidak kalah dengan tenaga kerja asing seperti buruh manajer dll ga perlu masuk ke indo,tgg tenaga indo lebih professional di segi tertentu lalu tidak diperlukan lagi TKA
2017-01-12 22:37:21
Maaf, saya fokusnya ke UU Ketenagakerjaan Pasal 42. Bukan perbandingan tingkat profesionalitas.
2017-01-11 11:38:51
Yahhhh terbuka aja sih pikirannya. Jangan mempersulit yang cari kerja juga. Toh warga Indonesia juga kan banyak yang tinggal di luar negeri dan mengeluh susah cari kerja. Sama halnya dengan WNA yang mau cari kerja di Indonesia. Trus juga pekerja di Indonesia pun harus semangat dong, jangan mau kalah saing sama WNA yang memburu kerja di Indonesia.
2017-01-12 18:30:46
Mungkin bisa dikatakan "kita kurang update mengunduh Permen-permen yang berkaitan dengan itu"😆
2017-01-12 10:17:05
Nah iya, setuju. Memang gak mempersulit pencari kerja baik TKA di Indonesia maupun TKI di luar negeri. Tapi harus dibikin batasannya, dan harus jelas poin2nya. Sayangnya poin2nya itu yang kadang suka kurang jelas juga sosialisasinya.
2017-01-11 14:01:25
Kewenangan diatur oleh Menteri. Boleh tidaknya. Seperti contoh Menteri Kel.Perk. susi, buat peraturan "awak kapal asing tidak boleh di kapal berbendera Indonesia, jika melanggar, kapal dihentikan". Selesai..
2017-01-11 10:39:49
kalau masih banyak yang pengangguran mending dibatasin kalau bisa dibatasin, biar sejahtera dulu rakyatnya baru sejahterain TKA huft ..
2017-01-11 13:58:17
Yang pasti tetap dibatasi kok. Semua itu diatur oleh Menteri, sesuai amanat UU Ketenagakerjaan.😊
2017-01-11 10:34:17
Terima aja sih bang, kan banyak WNI yang kerja di luar negeri juga sih
2017-01-11 13:57:09
Tentu, tapi ada batasannya sesuai UU Ketenagakerjaan Pasal 42. 😊
2017-01-03 11:18:58
bang bukannya ini konsekwensi yang harus diterima karena Indonesia menyetujui adanya MEA ya?
2017-01-12 18:27:50
Yang aku tahu, di dunia kelautan, awak kapal wajib updating sertifikat kepelautan. Dampak konvensi Manila 2010 yang diterapkan per 1 Januari 2017. Artinya, bagi awak kapal yang tidak updating sertifikat, tidak dapat berlayar. Ingat, yang berwenang melakukan itu adalah pemerintah. Itu contoh kecilnya yang anda maksud. Sertifikasi, identik pembinaan pekerja. 😊
2017-01-12 13:39:31
Iya sih bang, begitu juga sudah benar. Tapi maksud saya, ketiga pemerintah bersedia menandatangani sistem MEA, berarti pemerintah juga harusnya sudah membina masyarakat Indonesia agar gak kalah saing sama WNA. Nah masalahnya skrg, pembinaan utk WNI setahu saya belum ada, tapi pasar asing sudah mulai banyak yang masuk, dan sosialisasi tentang peraturan terkait Pasal 42 nya masih belum banyak yang mudeng.. Belum lagi kalau ada politik uang dibalik masuknya TKA wahh
2017-01-03 11:39:17
sepanjang UU Ketenagakerjaan Pasal 42 belum direvisi, artinya tetap masih menggunakan beraturan yang berlaku yang diatur oleh Menteri. sebagai contoh di atas, ".....kapal perikanan berbendera Indonesia, dilarang memakai awak kapal asing. Jika melanggar, kapal dihentikan pengoperasiannya."
2017-01-03 08:35:50
BM isu biasa aja sih. termasuk isu wisatawan yang datang bukan buat berwisata tapi kerja. Udah lama sih, cuma entah kenapa malah heboh soal BM dari RRC
2017-01-03 11:41:33
mindset tulisan saya pada UU Ketenagakerjaan Pasal 42.
2017-01-03 11:31:00
ngeles
2017-01-03 11:06:17
maaf, fokus tulisan saya pada UU Ketenagakerjaan Pasal 42. =D
2017-01-03 06:10:41
Sebenarnya aturan tegas, prinsip tka itu izin mendahului orang, jd sebelum perusahaan mengurus segala macam tetek bengek perizinan sampai tahap akhir pemberian visa, si tka blum bisa masuk ke Indonesia bisa d lihat d uu ketenagakerjaan, uu keimigrasian
2017-01-03 12:51:13
iya bang, memang harus itu. saya sengaja gak membahas UU yang disebutkan di atas, di tulisan ini.
2017-01-03 12:42:46
Seharusnya masalah tka komprehensif krna bukan cm ada d uu ketenagakerjaan, harus ada sinkronisasi dgn uu keimigrasian, uu pt, uu pm
2017-01-03 11:06:25
maaf, fokus tulisan saya pada UU Ketenagakerjaan Pasal 42. =D
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com