Tips antisipasi perselisihan pembagian warisan
Skor 1
by Tohari - 12/14/2017, 11:59

 

 Tips antisipasi perselisihan pembagian warisan

oleh : Totoh Wildan Tohari

Warisan

Warisan berasal dari bahasa Arab al-irts (الإرث) atau al-mirats (الميراث) secara umum bermakna peninggalan (tirkah) harta orang yang sudah meninggal (mayit). Pembagian warisan sering menjadi alasan terjadinya perpecahan dalam sebuah keluarga. Perpecahan ini terjadi karena terdapat kesalahpahaman dan ketidaktahuan terkait pembagian harta warisan. Berikut tips antisipasi perselisihan pembagian warisan :

  1. Memahami pembagian hukum waris di Indonesia

Indonesia dalam hal pembagian waris masih belum seragam. Ketidakseragaman ini berkaitan dengan hukum yang digunakan dalam hal pembagian warisan. Secara singkat terdapat 3 hukum waris yang dipakai di Indonesia, yaitu hukum waris adat, hukum waris perdata dan hukum waris Islam. Ketiga hukum diatas memiliki aturan-aturan yang berbeda satu sama lain berkaitan dengan cara membagi waris dan subyek yang menerima waris.

  • Hukum Waris Adat

Hukum waris adat adalah Hukum yang memuat garis-garis ketentuan tentang sistem dan asas-asas hukum waris, tentang harta warisan, pewaris dan waris serta cara bagaimana harta warisan itu dialihkan penguasa dan pemiliknya dari pewaris kepada waris.

  • Hukum Waris Perdata

Hukum ini sistemnya individual, dimana setiap ahli waris akan mendapatkan warisan sesuai bagiannya masing-masing. Cara mewariskan hukum waris perdata sebagai berikut:

  1. Ab-Instentanto, artinya mewariskan berdasarkan Undang-Undang atau mewariskan tanpa surat wasiat
  2. Mewariskan berdasarkan surat wasiat, biasanya berupa surat pernyataan yang ditandatangani seseorang yang ketika dia meninggal, akan mewariskan hartanya pada seseorang lainya, dan pernyataan itu bisa dicabut selama yang bersangkutan masih hidup.

 

  • Hukum Waris Islam

Dalam hukum waris Islam, apabila semua ahli waris berkumpul, maka yang berhak mendapatkan warisan hanya ada 5 (lima) orang yaitu anak kandung (laki-laki dan perempuan), ayah, ibu, istri (janda), suami (duda). Sedang ahli waris lain tidak mendapat apa-apa. Ini adalah prinsip dasar hukum waris Islam yang perlu diketahui oleh kalangan awam. Apabila kelima orang di atas tidak lengkap, maka ahli waris lain punya peluang untuk mendapat warisan.

Ketiga hukum diatas merupakan hukum yang digunakan saat ini. Memahami pembagian hukum waris di Indonesia menjadi tips yang perlu diperhatikan untuk mengantisipasi pembagian harta warisan.

  1. Mendaftarakan Harta Warisan kepada Notaris

Perselisihan warisan terjadi karena adanya masalah perihal dana atau harta warisan. Salah satu yang perlu dipahami, warisan merupakan sangat berkaitan dengan hukum. Maka jika ingin agar dana warisan tidak mempunyai masalah hukum, maka dana warisan mesti di daftarkan kepada Notaris.

Fungsi dari pendaftaran ini untuk memberikan kekuatan hukum kepada dana warisan itu sendiri. Notaris adalah lembaga yang berwenang untuk melakukan hal semacam tadi. Pencatatan ini sekaligus untuk melakukan pencegahan sebelum perselisihan terjadi di masa depan.

  1. Memiliki Data yang Jelas terkait Harta Warisan

Data harta warisan merupan hal penting sebelum harta warisan dibagikan. Invetarisir harta waris menjadi point penting untuk memiliki data harta warisan. Invetarisir harta warisan ini dapat dibagi menjadi 3 bagiab, yaitu :

  • Aset Lancar

Makna aset lancar adalah dalam akuntansi adalah jenis aset yang dapat digunakan dalam jangka waktu dekat, biasanya satu tahun. Contoh aset lancar antara lain adalah kas, piutang, investasi jangka pendek, persediaan, dan beban dibayar di muka. Pada suatu neraca, aset biasanya dikelompokkan menjadi aset lancar dan aset tidak lancar.

  • Aset Guna

Makna aset guna adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode

  • Aset Investasi

Makna aset investasi adalah asset yang diinvestasikan seperti deposito atau rumah disewakan.

Pendataan ketiga aset diatas merupakan kunci dalam pembagian warisan. Melakukan pendataan ketiga aset diatas dapat mencegah kesalahan pembagian harta warisan kedepannya. Selain itu, memperjelas harta apa saja yang dimiliki saat ini.

 

  1. Membuat Akta Wasiat

Akta Wasiat adalah pernyataan sah yang penulisnya selaku pewasiat mencalonkan beberapa orang untuk mengurusi hartanya  apabila pewasiat meninggal dunia. Wasiat juga dapat menentukan amanat wasiat yang hanya berlaku setelah kematian pewasiat.

Akta wasiat ini berfungsi  untuk memudahkan para ahli waris Anda dalam memastikan aset sehingga pembagiannya bisa terdistribusi dengan baik dan menghindari konflik di antara ahli waris yang namanya tercantum. Surat wasiat itu harus jelas berisi informasi yang memuat hukum waris apa yang akan Anda gunakan dalam membagi warisan tersebut.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa terdapat 4 tips antisipasi perselisihan pembagian warisan, yaitu :

  • Memahami pembagian hukum waris di Indonesia
  • Mendaftarkan harta warisan kepada Notaris
  • Memiliki data yang jelas terkait harta warisan
  • Membuat akta wasiat
Dibaca 254 kali
Dikategorisasi sebagai Hukum dan Masyarakat
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Tohari Pemula di Hukumpedia.com

Contact
Location
Posts 13
2017-12-18 14:03:52
Kalau hukum waris bagi yang non Islam gimana bang?
2017-12-20 10:12:46
ya pakai hukum waris yang berlakulah lek
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com