Eksplanasi Trisakti Law Terhadap Isu Plagiarisme
Skor 0
by Trisakti Law - 10/24/2016, 07:26

Salam dari kami Trisakti Law delegasi Fakultas Hukum Universitas Trisakti

Apresiasi kami kepada rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia di Liga Debat Hukum Online Nasional 2016 yang sudah sangat fokus membaca dan menyimak artikel-artikel kami di babak 8 besar.

Tentunya kami delegasi dari Trisakti Law sangat mendukung adanya perlombaan Liga Debat Hukum Online Nasional 2016 ini demi mendorong partisipasi publik dalam reformasi hukum dan menjadi ajang silaturrahmi antar akademisi di seluruh wilayah Indonesia. Salah satu bentuk peran aktif Universitas Trisakti adalah mengirimkan delegasi dengan nama “Trisakti Law”. Adapun konsistensi Trisakti Law dalam perlombaan ini dimulai dengan melengkapi syarat administrasi, mengikuti technical meeting dan melaksanakan seluruh peraturan yang sudah disepakati bersama secara bertanggung jawab.

Terkait dengan plagiarisme, kami sepakat dengan rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia dimana plagiarisme adalah kejahatan intelektual dalam dunia akademis.

Terkait dengan tuduhan plagiarisme kepada Trisakti Law yang disampaikan oleh rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia dalam tulisan berjudul “CLOSING STATEMENT TIM PRO : PLAGIARISME DAN PATAHNYA ARGUMENTASI” berikut adalah eksplanasi kami:

Dalam lingkup perlombaan Liga Debat Hukum Online Nasional 2016, merupakan kepatutan untuk menjadi perhatian dari rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia dalam mengamati seluruh peraturan yang sudah dibuat, disepakati dan disebarluaskan kepada peserta dalam perlombaan ini oleh penyelenggara, khususnya peraturan terkait prosedur dan tata cara debat.

Dalam angka 8 b 2 poin kedua tentang sistem penilaian interaksi artikel di Prosedur dan Tata Cara Debat dalam Liga Debat Hukum Online Nasional disebutkan dengan terang dan jelas bahwa “Dilarang menyisipkan sumber link artikel dari website lain, selain hukumpedia.com” sehingga jelaslah, dari kalimat dalam peraturan tersebut rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia seharusnya dapat mendalami dengan jangkauan keilmuan seorang akademisi apakah tindakan yang Trisakti Law lakukan termasuk dalam plagiarisme atau sedang tunduk pada peraturan yang dibuat oleh penyelenggara dalam hal ini HukumOnline.com.

Berdasar pada frasa tersebut diatas, apabila rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia kurang memahami dan perlu penjelasan maka kami akan menjelaskan makna dari frasa kalimat tersebut:

Dilarang menyisipkan sumber link artikel dari website lain, selain hukumpedia.com. Frasa kalimat ini berarti bahwa apabila terdapat tulisan atau pemikiran yang berasal dari sumber selain Humumpedia.com maka para peserta dilarang menyisipkannya sebagai sumber kedalam artikel dengan demikian jika dikaitkan dengan segala lampiran yang diberikan oleh rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia (klik untuk unduh) dari artikel-artikel Trisakti Law, adakah ditemukan sumber link yang dianggap sebagai plagiarisme sebagaimana peraturan tersebut? Jika tidak ditemukan, apakah tindakan kami tidak menyisipkan sumber kedalam artikel-artikel tersebut merupakan suatu bentuk plagiarisme atau dalam rangka melaksanakan aturan main dalam perlombaan?

Rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia sebagai kawan berpikir yang kami hormati, kami sangat menghargai segala upaya yang telah dilakukan oleh rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia kepada kami terutama terkait dengan kualitas intelektual dalam bertanding, namun ada keistimewaan berlaku dalam perlombaan ini dimana setiap peserta wajib memperhatikan secara detail apa yang menjadi syarat-syarat yang berlaku dalam bertanding dan berkompetesi. Salah satu tolak ukur dari intelektualitas seorang akademisi yakni memahami seluruh peraturan, prosedur, dan tata cara yang sudah disepakati oleh panitia dan seluruh peserta sebelum kompetisi ini dilaksanakan.

Tuduhan plagiarisme yang dilayangkan rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia adalah tuduhan yang prematur dan sama sekali tidak mendasar bahkan sangat merugikan kami. Kami khawatir rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia tidak membaca peraturan, prosedur, dan tata secara detail, padahal kami percayca dengan kualitas kawan-kawan dan atas apa yang kami pahami bahwa ciri khas Mahasiswa Universitas Indonesia selalu detail dan tunduk pada peraturan, prosedur dan tata cara.

Dari apa yang sudah kami jelaskan diatas, kami kembali mengajak rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia untuk melihat permasalahan plagiarisme tidak berawal dari tuduhan yang prematur dan tidak mendasar, melainkan berangkat dari pemahaman mengenai peraturan yang berlaku dalam perlombaan, dalam hal ini Liga Debat Hukum Online Nasional 2016.

Perdebatan adalah untuk mencari teman berfikir bukan mencari permusuhan.

The devil is in the detail

Trisakti Paripurna!.

 

Berikut kami lampirkan juga Prosedur dan Tata Cara Debat dalam Liga Debat Hukum Online Nasional dan Beberapa hal terkait dengan kesalahan bukti dituduhkan oleh rekan-rekan delegasi Fakultas Hukum Universitas Indonesia kepada Trisakti Law

Prosedur dan Tata Cara Debat dalam Liga Debat Hukum Online Nasional

https://drive.google.com/file/d/0B-zYRo6ck6bYaVZsaDZkbFFwT0k/view?usp=sharing

Kesalahan Bukti

https://drive.google.com/file/d/0B-zYRo6ck6bYU2VjRk9VdTVISms/view?usp=sharing

 

Dibaca 700 kali
Dikategorisasi sebagai Hukum dan Masyarakat, Kekayaan Intelektual
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi NonKomersial Berbagi Serupa (CC BY-NC-SA)
Trisakti Law Pemula di Hukumpedia.com

Contact
Location Kota Jakarta Barat
Posts 36
2016-10-25 12:57:13
@meylianisanti @adrianuseryan


Dengan segala hormat saya mohon maaf tidak akan menjawab pertanyaan maupun pernyataan saudara. Dan saya berharap juga tim trisakti law melakukan hal yang sama.

teman-teman seperjuangan yang saya hormati, sebagai kaum intelektual saya yakin anda sudah mengetahui bahkan lebih pintar bagaimana cara berdebat yang baik dan benar yang tentunya harus mengedepankan etika dan kaidah-kaidah yang ada, saya hanya ingin menyatakan bahwa sudahlah tidak perlu lagi kita menampakkan sifat ketidakdewasaan ini, hal ini hanya akan menjadi preseden buruk bagi kedua tim, tidak ada manfaatnya sama sekali.

Kalian (pro maupun kontra) tidak hanya membawa nama pribadi, melainkan membawa nama universitas masing-masing, saya amat miris sekali melihat situasi ini. Saya rasa sampai kapanpun permasalahan ini tidak akan selesai jika keduanya tidak saling menurunkan egonya.

Semua pihak tentu tidak ada yang mau dirugikan dan disudutkan, maka dari itu saya menghormati setiap hak dari pada saudara, namun statement resmi hukum online sudah jelas yang mengatakan bahwa jika ada pihak yang dirugikan dan dilanggar hak haknya silahkan untuk mengikuti mekanisme pengaduan yang ada di hukum online. Rules of games nya sudah ada, jelas, tinggal diikuti saja dan jangan sampai loncat step.

Menurut saya ini sudah win win solution yang diberikan oleh hukum online selaku penyelenggara, setelah proses itu dilakukan jika para pihak ada yang masih keberatan maka hukum online lah yang berwenang untuk menentukan sikap lanjutan dari masalah ini. Bahkan jika perlu perwakilan tim dan perwakilan panitia duduk bersama, itu kan lebih baik, keliatan mahasiswanya.

Tim trisakti law maupun tim FH UI menurut saya juga harus berpartisipasi aktif dalam menjaga kondusifitas debat online Ini, tidak hanya sebatas melempar issue lalu memanaskan suasana saja, ini kan bukan tarung tinju bapak ibu sekalian.

Izinkan saya untuk share ilmu yang saya dapatkan dari dosen HKI saya bernama: Ibu Aline Gratika, beliau mengajarkan saya mengenai ilmu, berikut kutipannya:

Tingkat terbawah dalam ilmu adalah paham, ini wilayah kejernihan logika berfikir dan kerendahan hati, ilmu tidak membutakannya, malah menjadikannya kaya.

Tingkat kedua terbawah adalah kurang paham, orang kurang paham akan terus belajar sampai ia paham, ia akan terus bertanya untuk mendapatkan pemahaman yang benar.

Naik setingkat lagi ada salah paham. Salah paham itu biasanya karena emosi yang dikedepankan, sehingga ia tidak sempat berfikir jernih, dan ketika ia akhirnya paham, biasanya meminta maaf atas kesalahpahamannya.

Nah, tingkat tertinggi dari ilmu itu gagal paham. Gagal paham biasanya lebih karena kesombongan. Karena merasa sudah berilmu, ia tidak mau lagi menerima ilmu dari orang lain, tidak mau lagi menerima masukan berbagai referensi. Tertutup hatinya, akal pikirannya, pendengarannya dan logikanya, ia selalu merasa cukup dengan pendapatnya sendiri.

Pertanyaannya adalah kenapa paham ada di tingkat terendah dan gagal paham ditingkat tertinggi?

Karena, orang yang semakin paham, akan semakin membumi, ia menjadi bijaksana karena ia tau bahwa sebenarnya banyak yang belum ia ketahui, ia terus menerima dari manapun ilmu itu datangnya, ia tidak melihat siapa yang berbicara, tetapi apa yang disampaikan

Ilmu itu seperti air dan air hanya mengalir ketempat yang lebih rendah, semakin ia merendahkan hatinya, semakin tercurah ilmu kepadanya.

Sedangkan gagal paham itu ilmu tingkat tinggi, ia seperti balon gas yang berada diawan. Ia terbang tertiup oleh kesombongannya, memandang rendah keilmuan orang lain yang tidak sepaham dengannya.dan ia merasa selalu benar, ia akan terbawa kemana-mana, sampai lupa jalan pulang, tersesat dengan pemahamannya dan lambat laun akan binasa oleh kesombongannya.

Ilmu itu open ending. Makin digali, makin terasa dangkal

Lidah orang bijaksana berada dalam hati, tidak ingin melukai hati siapapun yang mendengarnya. Dan hati orang sombong berada dibelakang lidahnya, selalu hanya ingin perkataannya yang didengar dan paling benar.

tidak berniat untuk menggurui, hanya mencoba untuk introspeksi bersama-sama, sudah dimanakah letak keilmuan kita.

senang bisa bediskusi dengan kalian semua..terimakasih

salam mahasiswa

2016-10-25 03:31:18
Kalo udah kalah yoo diterimo..
Tunjukan sifat kstariamu toh kuning.
2016-10-24 22:43:24
Coba kita pakai logika sederhana saja ya

"Dilarang menyisipkan sumber link artikel dari website lain, selain hukumpedia.com." dalam Prosedur dan Tata Cara Debat di LDHON 2016, diatur pada Pasal 8 tentang "Sistem Penilaian" huruf b tentang "Interaksi" poin kedua tentang "Artikel" dimana interaksi dapat berupa 1) Argumentasi, 2) Artikel, 3) Video

Logikanya adalah begini: saat melakukan komen pada topik debat, apabila hendak membalas interaksi menggunakan artikel, maka kita tidak diperkenankan menyisipkan link artikel selain dari hukumpedia.com

Bukan diartikan sebagai: saat menulis artikel, tidak diperkenankan mengutip sumber link artikel dari website lain selain hukumpedia.com

Begitu loh
2016-10-24 23:10:14
@adrianuseryan

tidak ada salahnya memang menggunakan logika sendiri.saya hargai.tapi Saya rasa hanya panitia yang bisa menerjemahkan itu semua mas.karena mereka yg membuat aturan..saya berharap besar dan yakin hukum online selaku penyelenggara bisa hadir scra reaktif dan bijaksana trhadap issue ini.dan hukum online bisa memberikan tanggapan secara terbuka pada public mengenai hal ini agar tidak merembet kemana mana..karena berita ini sudah go publik..jadi sudah sepantasnya ini pun ditanggapi secara terbuka. tanpa mengurangi rasa hormat mohon maaf mas ini sudah menyangkut nama baik universitas..

Terimakasih

Selamat malam
2016-10-24 20:31:47
Pertanyaan sederhana dari saya: Apakah "mematuhi aturan" dapat dijadikan JUSTIFIKASI untuk melakukan COPY-PASTE sebagian besar tulisan?

Terima kasih.
2016-10-25 10:56:26
Halo mas @hamengkubuwono

Salah sasaran gimana ya maksudnya, mas? Disini saya bermaksud untuk menanyakan kepada tim @trisaktilaw terlebih dahulu. Lagipula, dalam https://drive.google.com/file/d/0B-zYRo6ck6bYaVZsaDZkbFFwT0k/view poin 7 huruf d disebutkan bahwa "Artikel atau video berasal dari laman hukumpedia, dan merupakan hasil karya sendiri".

Kemudian, perlu saya luruskan bahwa INI TIDAK TERKAIT DENGAN KEBERATAN ATURAN TATA TERTIB, melainkan terkait dengan penerapan aturan tersebut. Mohon dibedakan ya, mas @hamengkubuwono

Terima kasih.

Salam kenal juga mas
2016-10-24 21:28:01
@meylianasanty

Mbak mey dengan segala hormat izinkan saya merespon pertanyaan anda..

Pertanyaan yang anda ajukan memang sederhana..namun menurut saya salah sasaran.seyogya nya itu diajukan kepada pihak penyelenggara saja mbak agar semua ini terang benderang.

Dan jika berkeberatan sebaiknya menyampaikan keberatan pada saat tata tertib baru dikeluarkan oleh panitia pada sblm babak pertama dimulai.

Terimakasih

Salam kenal mbak mey
Selamat malam
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com