Pandangan Hukum Islam Terhadap LGBT
Skor 0
by Tio Ariesta - 01/22/2018, 10:29

Di dunia modern seperti sekarang ini budaya barat seakan-akan menjadi suatu acuan untuk gaya hidup dijaman  sekarang. Mata dunia seolah-olah terpaku dengan hasil kebudayaan barat, hanya dalam hitungan beberapa hari saja suatu tren yang terjadi didunia barat dengan mudah teraplikasikan diberbagai negara, tetapi dalam berbagai tren yang dibawakan dari dunia barat tidak semuanya bersifat positif.

Orang Indonesia cenderung terlalu terbuka dengan budaya barat tersebut, seakan-akan mendukung dan menerima segala sesuatunya tanpa menyaringnya terlebih dahulu, jika bangsa Indonesia masih melalukan  hal yang sama maka bisa saja beberapa aspek seperti agama dan budaya akan terganggu. Salah satu yang terkait akan agama dan budaya adalah  suatu penyimpangan sosial yang marak terjadi disana dan sudah tersebar luas hingga ke negara-negara yaitu Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender atau orang lebih sering menyebutnya “LGBT”

 Mereka yang menyebut dirinya kaum LGBT kian hari semakin berani tampil dihadapan publik, mulai berani menyuarakan aspirasinya, bahkan di beberapa negara perilaku menyimpang ini sudah menjadi legal dengan berbagai kebijakan yang dikeluarkan dinegaranya. Kaum LGBT sama seperti kita yang menginginkan cinta kasihnya perlabuh dipelaminan, sementara itu di Islam menganjurkan untuk menikah antar lawan jenis. Pernikahan antar lawan jenis tidak hanya melulu soal hasrat biologis namun sebagai ikatan suci untuk menciptakan ketenangan hidup dengan membentuk keluarga sakinah dan mengembangkan keturunan umat manusia yang bemartabat, berbeda dengan pernikahan sejenis yang hanya untuk menyalurkan nafsu belaka.

A. Pengertian LGBT

Menilik singkat sejarah LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) ternyata sudah ada pada jaman dulu, jika kita mengingat lagi ada dimana peristiwa ini terjadi dijaman nabi luth ketika beliau diutus tugas untuk memberantas kaum Sodom yang berisikan lesbian dan homoseksual pada waktu itu,kejaman yang lebih modern pada waktu pemerintahan mesir kuno terdapat di relif bergamber dua orang lelaki sedang berciuman. Kembali kejaman kita sekarang sudah pennjelasan mengenai LGBT.

Karl Maria Kertbeny

          Ia adalah orang yang memunculkan istilah homoseksual pertama kalinya[1]. Dia memberikan istilah itu untuk menjelaskan perilaku seksual dalam tiga kategori yaitu monoseksual, heteroseksual, dan heterogen. Pengelompokan ini memberikan gambaran untuk hubungan seksual terhadap sesama jenis kelamin, hubungan seksual dengan sesama maupun berbeda jenis kelamin yang dianggap menyimpang dalam masyarakat.

EIBING

Ia juga menjelaskan bahwa orang dengan homoksesual memiliki penurunan fungsi otak. Penurunan fungsi otak inilah yang mempengaruhi orientasi seksual seseorang. Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh Magnus Hirscfeld yang juga menjelaskan perkembangan otak pada homoseksual berbeda waktu anak- anak. Faktor faktor lainnya yang dapat berpengaruh terhadap perkembangan individu menjadi homoseksual atau heteroseksual. Faktor faktor tersebut bisa diperoleh dari lingkungannya karena kita hidup dari pagi hingga malam dengan lingkungan yang sama akan dengan mudah mempengaruhi pikiran kita yang biasanya menjadi hal aneh bisa saja berubah menjadi hal yang wajar karena sudah terbiasa melihat perilakunya.

Pengertian secara umum

Lesbian adalah seorang perempuan yang mencintai atau menyukai perempuan, baik dari segi fisik ataupun dari segi seksual dan juga spiritualnya. Ketertarikannya pada lelaki seakan akan sudah hilang jadi memang hal ini sangatlah menyimpang.

Gay adalah seorang laki-laki yang menyukai dan juga mencintai laki-laki, dan kata-kata gay ini sering disebutkan untuk memperjelas atau tetap merujuk pada perilaku Homoseksual.

Bisexual ini sedikit berbeda dengan kedua pengertian diatas karena orang bisexual itu adalah orang yang bisa memiliki hubungan emosional dan juga seksual dari dua jenis kelamin tersebut jadi orang ini bisa menjalin hubungan asmara dengan laki-laki ataupun perempuan orang yang masuk dalam kategori ini sangat susah dibedakan dari pengertian dua diatas.

sedangkan untuk transgender itu adalah perasaan ketidaksamaan dari identitas gender yang diberikan kepada orang tersebut dengan jenis kelaminnya, orang-orang seperti ini biasanya merasa dirinya terjebak dalam raga yang salah dan selalu menyalahkan kodrat yang telah diberikan Allah SWT, seorang transgender bisa termasuk dalam orang yang homoseksual, biseksual, atau juga heteroseksual.

Dari semua penjasalan diatas lesbian, gay, biseksual, transgender memiliki persamaannya yaitu kesenangan baik secara psikis ataupun biologis dan orientasi seksual bukan saja dengan lawan jenis akan tetapi bisa juga dengan sesama jenis, ini berarti yang dilakukan mereka bukan didasari oleh rasa cinta melainkan nafsu.

  1. Pandangan Islam mengenai LGBT

Pada pembahasan seksualitas mengenai LGBT Allah subhanahu wa ta’ala telah mengabadikan dalam ayat-ayat Al-qur’an  serta diperkuat dengan haddist-haddist yang telah ada dan isinya pun dengan tegas mengharamkan perilaku tersebut. ayat yang dimaksud sebagai berikut :

{وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ}

Dan (Kami juga telah mengutus Nabi) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: “Mengapa kalian mengerjakan perbuatan yang sangat hina itu, yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].     Dalam ayat yang agung ini, Allah Ta’ala menyebutkan bahwa perbuatan sodomi antar sesama pria, yang dilakukan oleh kaum Nabi Luth ‘alaihis salam, merupakan perbuatan fahisyah.

Sedangkan fahisyah adalah suatu perbuatan yang sangat hina dan mencakup berbagai macam kehinaan serta kerendahan.[1]

Hal ini sebagaimana penafsiran ahli tafsir, Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah, ketika beliau menjelaskan fahisyah dalam ayat ini,

الخصلة التي بلغت – في العظم والشناعة – إلى أن استغرقت أنواع الفحش

“Perbuatan yang sampai pada tingkatan mencakup berbagai macam kehinaan, jika ditinjau dari sisi besarnya dosa dan kehinaannya!”. [Tafsir As-Sa’di]

Dan firman Allah Ta’ala :

{مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ}

“…yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelum kalian?” [Al-A’raaf: 80].

Maksudnya : bahwa perbuatan sodomi yang telah dilakukan kaum Nabi Luth ‘alaihis salam tersebut, belumlah pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum mereka.

Hal ini disebabkan sodomi itu adalah perbuatan menyelisihi fitroh yang sangat menjijikkan ,karena seorang laki-laki mensetubuhi dubur laki-laki lain, sedangkan di dalam dubur itu adalah tempat kotoran besar yang bau, kotor, jorok lagi menjijikkan! Sehingga pantaslah fitrah yang lurus pastilah menolaknya!.

Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-‘Ankabuut yang menyatakan bahwa kaum Sodom yang seperti kaum yang kita kenal pada jama sekarang LGBT adalah kaum zhalim nan perusak bangsa dan generasi:

{قَالَ رَبِّ انْصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ}

(30) (Nabi) Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan adzab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.

 

 

Kesimpulan

            LGBT merupakan perilaku penyimpangan sosial  yang orientasi seksual dilarang keras oleh semua agama terlebih lagi agama islam, semua agama pasti akan setuju bila perbuatan ini merupakan dosa besar. Disetiap masing-masing agama pasti punya caranya

sendiri untuk menghukum para LGBT, seperti yang dilakukan oleh pemimpin umat islam dijaman dulu yang menghukum para penyimpangan sosial ini dengan tegas dan tanpa ampun dan juga tanpa pandang bulu, akan tetapi di negara kita belum ada kepastian hukum terkait pelaku LGBT kalua pun mereka dihukum mereka bukan terjerat pasal mengenai LGBT tetapi pasal lain yang terkait. Penyimpangan LGBT bukan hanya merusak dalam jangka waktu pendek namun dapat berjangka panjang karena jika tiap tahun bertambahnya pelaku peyimpangan ini dapat mempengaruhi keturunan yang ada bahkan dapat menyebabkan kepunanahan umat dunia karena tidak ada lagi keturunan yang seharusnya dihasilkan oleh pernikahan beda jenis. Mereka yang menyebut dirinya LGBT juga dapat merusak lingkungan sekitar bahkan menghasut seseorang untuk terjerumus sebagai salah satu dari mereka.

SARAN 

          Dengan berbekal pengetahuan yang cukup tentang LGBT diharapkan semua kalangan yang telah membaca tulisan saya ini bisa dengan cepat dan tepat untuk menangani LGBT dengan cara seperti menjaga pergaulan, menghindara hal yang tidak pantas, memberikan pemahan keagamaan, pendidikan hubungan laki-laki dan perempuan, mengajak teman-teman atau kerabat keluarga untuk dating ke seminar. (dosenpsikologi, 2017)

 

 

 

 

 

Dibaca 271 kali
Dikategorisasi sebagai Hak Asasi Manusia dan Humanitarian
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Tio Ariesta Tamu di Hukumpedia.com

Mahasiswa business law ,BINUS


Contact
Location Kota Jakarta Barat
Posts 0
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com