Berani Jadi Jurnalis?
Skor 2
by Enda Natalia Girsang - 10/16/2015, 05:09

 

Sarjana Hukum. Ketika mendengar kata tersebut, orang akan berpikir tentang pengacara, hakim, dan notaris. Hukumonline.com yang baru saja mengadakan survei di FH UI, FH UNPAD dan FH Pelita Harapan mengungkapkan bahwa mahasiswa fakultas hukum 80% memilih pekerjaan sebagai pengacara, 13% menjadi notaris dan 5% menjadi hakim. Lalu bagaimana dengan pekerjaan lainnya?

Ini merupakan jawaban yang diberikan tim dari hukumonline.com yang berkunjung dalam kegiatan roadshow nya di 5 Fakultas Hukum di Indonesia, salah satunya Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Abdul Razak Asri selaku Pemimpin hukumonline.com memaparkan bahwa tujuan dari hukumonline.com mangadakan roadshow ini adalah untuk memperkenalkan bahwa ada profesi lain selain ketiga profesi umum yang sudah disebutkan sebelumnya, yaitu seorang jurnalis hukum. Mindset tentang sarjana hukum yang hanya bisa menjadi pengacara, hakim, ataupun notaris sudah saatnya diubah. Beliau juga mengatakan bahwa melihat keadaan dunia hukum dan pemberitaan hukum yang sedang eksis saat ini, semakin membuat seorang jurnalis hukum sangat dibutuhkan. Dikutip dari viva.co.id, Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), Suwarjono, mengungkapkan bahwa jumlah wartawan saat ini tidak besar, sekitar 40 ribu. Jauh lebih sedikit dibandingkan Jerman yang jumlah wartawannya lebih dari 60 ribu. Mengingat luas negara Jerman jauh lebih kecil dari Indonesia.

Selain itu ada juga profesi lain yaitu seorang foto jurnalis. Jika jurnalis hukum berbicara tentang menjadi seorang jurnalis dengan tulisan, namun profesi foto jurnalis adalah seorang yang mengekspresikan suatu keadaan atau kasus melalui emosi gambar. Tujuan lain dari roadshow ini juga untuk mengembangkan aktifitas jurnalistik kampus agar terus bertahan. Jurnalistik kampus adalah wadah pertama bagi para mahasiswa yang ingin menjadi jurnalis nantinya. Mengikuti kegiatan jurnalis kampus akan menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa di dunia jurnalistik nanti.

Ketidakamanan adalah salah satu hal utama seseorang tidak bercita-cita sebagai jurnalis. Seorang jurnalis memang dihadapkan pada situasi-situasi tegang dan penuh konflik. Banyak jurnalis yang kemudian dikejar-kejar oleh orang, diteror bahkan dibunuh. Karna, TIDAK ADA PEKERJAAN YANG TIDAK MEMILIKI RESIKO. Sejarah suatu negara, dokumentasi negara, gambar-gambar perjuangan suatu negara, apakah anda pikir hal itu bisa muncul begitu saja? Tidak mungkin. Bayangkan jika di Indonesia ini tidak ada satupun yang ingin menjadi jurnalis, dari mana kita, anak kita dan cucu kita akan mempelajari sejarah negaranya?

Begitu pula dengan masalah kesejahteraan seorang jurnalis. Gaji jurnalis atau pekerja media di Indonesia masih banyak yang di bawah rata-rata atau menerima gaji sangat rendah, dibandingkan beban pekerjaan dan tanggung jawabnya sebagai alat sosial kontrol masyarakat. Jurnalis juga harus siap liputan kapan pun dan di mana pun ketika dibutuhkan. Entah itu pagi atau malam hari. Pekerjaan ini memang keras, tapi membuat anda tidak cengeng dan menjadi pribadi yang tangguh.

Saat ini, kita hidup pada era dimana kebebasan bersuara dan mengemukakan pendapat adalah salah satu alat untuk mengkritisi kejadian-kejadian yang terjadi di sekitar kita. Dimana argumen seseorang bisa menjadi wakil seluruh suara rakyat. Dan suara rakyat bisa mengubah keras kepalanya pemerintah. Jadi, bagaimana dengan anda calon sarjana hukum? Berani jadi seorang jurnalis?

Dibaca 327 kali
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Enda Natalia Girsang Pemula di Hukumpedia.com

Ekstrovert


Contact
Location Kota Malang
Posts 1
2015-10-20 23:41:10

yaps setuju bahwa jurnalis itu memang berpengaruh besar terhadap kemajuan namun adakah solusi baik UU ataupun peraturan lain yang mengatur seacara spesifik tengtang profesi seabagai jurnalis karena yang saya liat bahwa terkadang jurnalis bahkan bisa membuat kabar yang benar jadi salah dan yang salah jadi benar, nah maksud saya adakah peraturan yang mengatur bahwa jurnalis haru melaporkan sesui fakta yang sebenarnya..

2015-10-16 18:37:45

2015-10-16 21:42:10

ini bagus sih

Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com