"Suka dan Duka serta Kiat serta Trik dalam Menikmati Masa Magang"
Skor 0
by Ariel Hutabarat, S.H - 03/07/2017, 04:03

Pada hakikatnya semua pengacara atau lawyer pernah merasakan pahit manis menjadi seorang Advokat Magang sebelum diakui eksistensinya sebagai Advokat/Lawyer setelah UU No. 18 Tentang Advokat Tahun 2003 disahkan. Mereka pernah mengecap Advokat Magang dikantor Hukum. Paralegal di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) maupun menjadi junior legal staff di Perusahaan. Banyak Advokat itu Karakter dan Kemampuannya diasah dan dibentuk ketika berkarir sebagai Advokat Magang.

Sesuai Amanat UU No. 18 Tahun No. 2003 Tentang Advokat Pasal 3 ayat 1 (satu) Berbunyi sebagai berikut:

(1) Untuk dapat diangkat menjadi Advokat harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. warga negara Republik Indonesia;
  2. bertempat tinggal di Indonesia;
  3. tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat negara;
  4. berusia sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun;
  5. berijazah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1);
  6. lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat;
  7. magang sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun terus menerus pada kantor Advokat;
  8. tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih;
  9. berperilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil, dan mempunyai integritas yang tinggi.

Disini penulis mencoba fokuskan pembahasan ke point ke 7 (tujuh) dimana “sebelum dilantik dan diangkat sumpahnya seorang CA (Calon Advokat) diwajiban untuk magang 2 Tahun terus menerus. seingat saya juga beberapa tahun yang lalu masa magang itu dihitung sesudah lulus Ujian Penerimaan Advokat (UPA)”. Namun beberapa tahun ini masa magang sudah bisa dihitung sejak lulus atau wisuda dari fakultas hukum tempat sarjana tersebut mengenyam studi.

Berbicara tentang cerita magang dikantor Hukum maupun Lembaga Bantuan Hukum (LBH), khususnya di Sumatera Utara ini (karena penulis menikmati magang di Medan) mungkin tak seindah seperti yang dialami oleh Advokat Magang yang berdomisili atau berani Fight ke Ibukota, walaupun itu mungkin faktor case (perkara) yang ditangani dikantor hukum tersebut kerap beda kelas. Dimana seperti kita ketahui bersama Kantor Hukum di Jakarta atau kota besar laennya Case besar itu lebih banyak termasuk juga bahwa Kantor Hukum di Ibukota pada umumnya sudah memiliki klien tetap (In house Lawyer) yang didukung dengan Perusahaan raksasa (besar) yang sebagian besar berkantor pusat disana.

Berikut tantangan atau rintangan yang kerap dirasakan oleh CA/Advokat Magang :

  1. Untuk wilayah Medan pada umumnya, senior (Advokat) terkadang tidak semua yang well come untuk menerima seseorang junior (Advokat Magang) yang ingin belajar (magang) dikantornya.
  2. Jika ada (beberapa) kantor hukum itu bisa saja menerima anda untuk magang dikantor hukum (law firm) nya. Akan tetapi banyak juga (pengalaman) senior mengatakan bahwa disini anda tidak digaji mungkin karena faktor perkara dikantor tersebut masih sedikit. Dan memang sesuai UU Advokat memang jelas disebutkan bahwa Magang 2 Tahun berturut-turut tanpa digaji.
  3. Ketika sudah bergabung lazimnya Advokat Magang harus mencoba beradaptasi dengan lingkungan kantor tersebut, syukur jika dikantor tersebut sudah ada kenalan dulu ataupun Managing Partners adalah Alumni dari kampus dia dulu.
  4. Masalah yg mungkin paling ekstrim dialami oleh Advokat magang adalah sikap dari senior yang bisa saja (tidak semua) sedikit arogan dan merasa jika mereka adalah senior dan mungkin saja memperlakukan junior kurang manusiawi, misalnya : junior kerap dibentak atau tidak mendapat pengakuan yang layak. Termasuk juga masalah pembagian (penyisihan) sedikit rejeki yang didapat dari honor teken kuasa, biaya konsultasi maupun success fee yang menurut saya pribadi tidak ada salahnya diberi sesuai dengan hak nya.

Karena bagi advokat magang yang ekonomi keluarganya pas-pasan ataupun yang sekedar gengsi untuk meminta bulanan lagi dari orang tua atau PUKIMAK (Putus Kiriman Mamak) kalo bahasa Medan nya. Dengan kata lain tidak sedikit juga diantara mereka yang mengharapkan dapat sedikit rejeki untuk menutup biaya hidup dan membayar kos bagi yang indekos. Dan saya akui memang sangat banyak juga senior yang memperhatikan kesejateraan anggotanya (CA), tapi bisa saja anda pernah mengalami.

Untuk menghindari hal tersebut juga terjadi pada anda, jika berkenan mencoba trik atau kiat yang penulis paparkan dan menurut saya tidak ada salahnya dicoba, sebagai berikut:

  1. Sebelum anda bergabung disebuah kantor hukum atau firma hukum maupun Lembaga Bantuan Hukum, ada baiknya anda mengorek imformasi tentang management di Kantor tersebut.
  2. Jika anda sudah menentukan tempat anda magang coba cari tau apakah memang mereka menerima advokat magang dan bagaimana system recruitment nya, bagaimana sifat senior dikantor tersebut dan coba untuk langsung menghadap ke Managament Partners nya. Diterima atau tidak itu urusan belakangan.
  3. Jika anda punya kemampuan/skill dan ekonomi yang baik, tak salah anda untuk mencoba mengirim berkas permohonan magang dikantor besar termasuk juga di Ibukota.
  4. Saat anda diterima untuk magang disana coba bangun komunikasi yang Interns kepada semua penghuni kantor tersebut dan tunjukan keahlian anda, ada baiknya kita dikenal atau diakui eksistensi kita di suatu kantor karena prestasi maupun kejujuran kita.
  5. Jauhi perbuatan tangan panjang (mencuri) apalagi maen serong dengan kantor lain dan jangan sampai anda mau meminta uang dari klien tanpa seijin dari senior.
  6. Bekerja lah seprofesional mungkin, karena tak tertutup kemungkinan anda akan direkomendasikan untuk menjadi team/rekan dikantor tersebut sesudah anda disumpah.
  7. The last, Jika kemampuan Financial ekonomi Orangtua/keluarga kurang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan hidup anda, ada baiknya anda mencoba mencari kerja sampingan, semisal mencoba menulis artikel lalu dikirim ke Media cetak, atau bisnis kecil-kecilan maupun mengerjakan/membimbing junior dalam menulis skripsi dan yang lebih bagus adalah mencari perkara/case dan membawanya kekantor, setidaknya anda akan lebih diakui keberadaanya dan biasanya berhak mendapatkan jatah membawa perkara mungkin dikisaran angka 1%-10%.

Demikianlah sedikit tulisan ini, sekirannya bermanfaaat untuk anda implementasikan/praktekan dalam menikmati masa magang.

Sekian dan terimakasih.

 

 

Sweet regards…

Ariel Hutabarat, S.H.

Dibaca 965 kali
Dikategorisasi sebagai Karir dan Profesi Hukum
Ditandai sebagai advokat magang
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Ariel Hutabarat, S.H Pemula di Hukumpedia.com

Menulis adalah caraku membunuh kebosanan, sembari mengisi waktu luang.

kalo ada waktu mampirlah di website pribadiku

www.arielhutabarat.id

Mauliate!!!!


Contact
Location Kota Medan
Posts 2
2017-06-06 00:07:35
Tetapi pada hakekatnya merujuk pd uu advolat 18 th 2003. Mencarikan tmpat magang kewajiban organisasi peradi.

Psl 29 ayat 5 uu 18 th 2003 bahwa: [Organisasi Advokat menetapkan kantor Advokat yang diberi kewajiban
menerima calon Advokat yang akan melakukan magang sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf g. ]
2017-03-09 09:29:11
Keren juga ada asosiasi advokat magang
2017-03-27 14:07:14
Bang @erasmus70 bakal jadi Ketumnya
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com