Tentang Kami

Ubi societas, ibi ius (Dimana ada masyarakat, disitu ada hukum). Demikian kata Cicero, seorang filsuf Romawi pada ribuan tahun yang lampau. Ungkapan yang melintasi zaman ini menjadi salah satu inspirasi bagi kami untuk memfasilitasi lahirnya hukumpedia.

Hukum memang bisa diartikan sebagai undang-undang, peraturan, pengadilan, serta dan berbagai hal “seram” dan “macho” dari dunia hukum. Tapi kami percaya bahwa hukum itu lebih dari sekedar undang-undang, aturan, peraturan, dan juga pengadilan.

Kami percaya, bahwa hukum pada dasarnya berbicara mengenai keseharian kita yang hanya sekedar warga biasa. Hukum bicara mengenai jual beli yang ada di pasar tradisional, mengenai kemacetan, mengenai lampu jalan yang rusak, dan bicara juga soal pejalan kaki yang haknya dirampas oleh orang – orang yang dibungkus kaleng mewah. Intinya, kita sering berbicara mengenai hukum tanpa menyadarinya.

Karena itu kami lebih menyukai untuk menyebut bahwa hukum itu bicara soal “Essence of Justice”, esensi dan pemaknaan atas keadilan. Dengan begitu, hukum menjadi sesuatu yang membumi dan mudah dipahami semua orang. Hukum bukanlah milik sekelompok elit yang berada di sekolah – sekolah hukum ataupun yang berada di kelompok profesi hukum, tapi hukum itu sendiri adalah kita.

Di hukumpedia, kami mendukung dan memfasilitasi adanya gagasan dan informasi hukum, dan kami berposisi sebagai tempat pertukaran lalu lintas informasi dan gagasan mengenai hukum yang cerdas, tajam, bebas, dan tanpa hambatan. Kami percaya bahwa informasi dan gagasan mengenai hukum tidak boleh hanya bersifat searah, melainkan harus multiarah, dinamis, dan aktif serta menyediakan akses yang lebih luas untuk semua orang. Karena hukum berbicara mengenai manusia dan seluruh aktivitas hidupnya

Untuk itu, kami di hukumpedia memberikan tempat bagi anda dan kita semua, agar turut serta dalam memajukan peradaban hukum Indonesia dengan cara menuangkan gagasan itu dan membaginya untuk khalayak.

Office:

hukumpedia.com dikelola oleh P.T. Justika Siar Publika, penerbit hukumonline.com

AD Premiere, 9th floor

Jl. TB Simatupang No. 5,

Ragunan, Pasar Minggu,

Jakarta Selatan, 12550

T: (62-21) 22708910

F: (62-21) 22708909

Email: hukumpedia[at]hukumonline[dot]com

 

Para Penjaga Gawang

Anggara, lelaki yang ngakunya jelek, gendut, tapi banyak ketawa ini  selalu bilang bahwa dirinya sendiri itu masih muda, sangat mempesona, dan selalu ngangenin. Lahir di Surabaya pada saat mau akhir - akhir tahun. Ia sempat mengeyam pendidikan di Universitas Padjadjaran, Bandung selama 5 tahun 1 bulan 5 hari. Lulus dengan IPK pas - pasan tetapi entah kenapa banyak orang menggangap dirinya expert. Walhasil, ia selalu disibukkan dengan kegiatan klarifikasi atas anggapan orang lain itu.

Kesan pertama yang selalu ia klaim adalah sok sibuk dan sangat pendiam serta pemalu. Ia bisa dihubungi di anggara[at]hukumonline[dot]com

Pista Suci Asmarani Simamora, perempuan yang konon dilahirkan di kereta api (namanya panjang beut sik) ini sesungguhnya adalah perempuan yang selalu galaw dengan kehidupan percintaannya. Di banyak acara yang dihadiri oleh kebanyakan lelaki, ia dianggap pemanis meski nggak suka makan gula - gula. Pista atau yang lebih dikenal dengan Icha ini sempat belajar di Universitas Sahid di Fakultas Teknologi Pangan. Doyan makan meski nggak pernah menggendut.

Kesan pertama yang selalu diingat oleh dirinya sendiri adalah wangi dan cantik meski pada saat yang sama, ia selalu gagal meyakinkan orang lain atas klaimnya. Icha bisa dihubungi di pista[at]hukumonline[dot]com atau colek dia di @PistaSimamora

Dewitya Dianuary Irwan,  perempuan mungil berkacamata minus ini adalah Penjaga Gawang paling anyar di line upnya hukumpedia. Ia selalu merelakan (baca: kepaksa) dirinya menjadi pelengkap penderita kalau diajak foto bareng. Ia masih meneruskan pendidikan di Universitas Trilogi (nama baru dari STEKPI). Ngakunya sih belajar soal manajemen, tapi patut dicurigai kalau dia sebenernya lagi belajar manajemen hatinya sendiri.

Kesan pertama yang selalu Dewi omongin tentang dirinya sendiri adalah kalau ia terlihat imut jika sedang tidak memakai kacamata. Tapi konon kabarnya, menurut teman- teman dekatnya sebenarnya dia terlihat imut kalau dilihat dari lapangan Monas. Dewi bisa dihubungi di dewitya[at]hukumonline[dot]com atau @dewityairwan