Saya Pancasila, punya KITA
Skor 0
by Mipa Sere Sumantri Sitohang - 06/01/2017, 10:24

1 Juni 1964  sebagai hari lahirnya Pancasila oleh Ir. Soekarno. Hari lahirnya Pancasila ini diwarnai Pidato oleh beliau yang membuat saya tersentuh dan merinding bawa Indonesia ini adalah pemberian Tuhan dari segala keindahan dan keberagaman. Banyak menuai perdebatan untuk merumuskan dasar negara ini yang bukan hanya kesepakatan sepihak melainkan kesepakatan bersama dari berbagai golongan. Berikut cuplikan dari Pidato beliau "Pancasila benar-benar dasar yang dinamis dan benar-benar mempersatukan bangsa Indonesia dari segala keanekaragaman budaya, agama, suku, ras dari seluruh pelosok negeri Indonesia hingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Revolusi Indonesia ini bukan revolusi Soekarno tapi revolusi daripada seluruh rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke". Semangat para founding fathers kita mengingatkan untuk menjiwai dan mengamalkan Pancasila sebagai dasar dan falsafah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dan masih relevan dengan kondisi saat ini di Republik Indonesia.

Pasca Reformasi semangat Pancasila masih tetap dirasakan melalui lembaga pendidikan yakni pendidikan Pancasila dan kewarganegaran namun setelah Reformasi pendidikan ini pun diganti menjadi pendidikan kewarganegaran saja. Berkurangnya bagaimana setiap sekolah dulu memberikan pendidikan Pancasila salah satunya lewat upacara dengan pengucapan isi butir Pancasila dan pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar NRI 1945 terjerus perlahan-lahan dan hampir tidak lagi ditemukan saat ini. Akibatnya apa, meredupnya Pancasila, darurat Pancasila bagi sebahagian kalangan anak muda. anak bangsa hanya sekedar mendengar dan kebingungan "ya, Pancasila, apa itu Pancasila?" dan maknanya pun masih begitu abstrak untuk diketahui. Tak terlepas juga peran orang tua (dewasa) yang masih pasif dalam mengamalkan Pancasila di kalangan bermasyarakat hingga penggerusan pun terjadi. Maka tak heran atas permasalahan yang kita lihat saat ini ada kalangan yang mencoba menentang dan membawa ideologi baru akibatnya kehancuran dan menjadi ancaman dalam negeri ini pun terjadi.

Pengamalan terhadap nilai yang tercantum pada setiap butir-butir Pancasila yang pertama yakni 1. Ketuhanan yang maha Esa telah diwarnai dengan 5 Agama yang diakui di negeri ini dengan menjalankan keyakinan nya masing-masing. Tetapi hanya terhenti sampai disini saja. Kemudian, jika kita lihat butir selanjutnya 2. Kemanusiaan yang adil dan beradap. Bagaimana sesama memperlakukan sesama yang lainnya dengan prinsip kemanusiaan (HAM). 3. Persatuan Indonesia. Justru ini yang menjadi marak atas sikap intoleran yang merajalela hingga oportunis 4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikdmat, kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Bagaimana para penyelenggara negara lewat produk hukum yakni Undang-Undang yang dibentuk, segala kebijakan, apakah telah sesuai dengan Pancasila, sikap tegas Pemerintah tak terlihat. pendidikan bagi generasi muda menanamkan kembali nilai-nilai pancasila tak terselami. Roh dari Pancasila itu juga hilang lewat bagaimana keteladanan yang dimiliki oleh penyelenggara negara baik pusat dan daerah para penegak hukum sangat krisis. Karena tak sedikit yang kita ketahui masuk Asrama pertobatan. Hmm,, bagaimana dengan 5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia jika butir yang lainnya terabaikan? 

Saat nya Pancasila kita bumikan bukan hanya sekedar hafalan tapi yakini dan amalkan dalam hidup berbangsa dan bernegara di Republik yang Indah ini. Tak ada kata terlambat bagi Pemerintah untuk menjaga ideologi bangsa ini dengan salah satu wujud kebijakan yang diberikan lewat pembentukan lembaga baru unit pembinaan pendidikan Pancasila yang dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi semoga efektif dan berjalan dengan baik. Ketegasan Pemerintah harus terlihat. Dan Peringatan hari lahirnya Pancasila ini bukan hanya sekedar ceremonial belaka melainkan sungguh penghayatan dan pengamalan. Kepada kita anak muda bangsa,  generasi penerus  kalau kata anak muda zaman sekarang "Nikmat Tuhan mana lagi yang mau kau dustakan" semua nya ada disini. Bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. - Soekarno. 

Ayo anak muda jangan skeptis kita bawa Pancasila dalam hati kita. Pancasila jiwa raga dan batiniah kita mari bersama-sama. Saya Mipa Sitohang Saya Pancasila. 

Dibaca 145 kali
Dikategorisasi sebagai Hukum dan Masyarakat
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Mipa Sere Sumantri Sitohang Pemula di Hukumpedia.com

Bachelor Of Law University of North Sumatera


Contact
Location Kota Depok
Posts 10
2017-06-08 10:57:08
tapi sayang masih banyak yang gak tau pancasila
2017-06-05 13:43:23
Saya Pancasilais
2017-06-02 09:46:12
Mau nanya dong kak, bagaimana membumikan Pancasila?
2017-06-02 09:49:45
@lindalania gampang, cukup nggak korupsi, jujur, dan amanah. Nggak usah pakai bikin lembaga baru.

Jadi mirip BP7 jaman orde baru
2017-06-02 09:44:13
membuat lembaga baru? bukannya akan boros anggaran?
2017-06-02 09:47:43
hush, kamuh nakal
2017-06-02 09:44:59
masih ada pendukung blio yang belum punya kursi kayaknya bro
2017-06-02 09:42:44
tiba2 semua memperingati Pancasila
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com