Kecelakaan Lalu Lintas: Damai Aja Yuk?!?
Skor 0
by Letezia Sihol Cynthia - 03/14/2015, 02:42

Seringkali dalam kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan cedera pada korban maupun yang menyebabkan kematian, antara para pihak diadakan perdamaian walaupun atas kecelakaan tersebut telah dilakukan penyidikan. Pihak yang menabrak pun telah memberikan ganti rugi kepada pihak yang ditabrak dan mengganti segala biaya-biaya yang dikeluarkan korban.

 

Apakah perdamaian tersebut kemudian menghilangkan tuntutan pidana terhadap si pengemudi yang menyebabkan kecelakaan?

 

Pada dasarnya setiap pengemudi yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas wajib bertanggung jawab atas kerugian yang diderita korban, akan tetapi tanggung jawab ini tidak berlaku jika (Pasal 234 ayat [1] jo. ayat [3] Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan – “UU LLAJ”):

  1.     adanya keadaan memaksa yang tidak dapat dielakkan atau di luar kemampuan Pengemudi;
  2.     disebabkan oleh perilaku korban sendiri atau pihak ketiga; dan/ atau
  3.     disebabkan gerakan orang dan/ atau hewan walaupun telah diambil tindakan pencegahan

 

Apakah jika pengemudi bertanggung jawab dan berdamai dengan korban, polisi tetap berhak melakukan penyidikan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita merujuk pada ketentuan dalam Pasal 235 UU LLAJ:

 

(1)  Jika korban meninggal dunia akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf c, Pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada ahli waris korban berupa biaya pengobatan dan/atau biaya pemakaman dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.

(2)  Jika terjadi cedera terhadap badan atau kesehatan korban akibat Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf b dan huruf c, pengemudi, pemilik, dan/atau Perusahaan Angkutan Umum wajib memberikan bantuan kepada korban berupa biaya pengobatan dengan tidak menggugurkan tuntutan perkara pidana.

 

Melihat pada Pasal 235 UU LLAJ tersebut jelas bahwa jika kecelakaan tersebut mengakibatkan korban cedera maupun meninggal dunia, segala bantuan atau biaya pengobatan yang diberikan oleh pengemudi yang mengakibatkan kecelakaan tidak menghilangkan tuntutan pidana terhadapnya.

 

Sebagai informasi, sanksi pidana untuk pengemudi kendaraan bermotor penyebab kecelakaan lalu lintas bermacam-macam bergantung dari akibat kecelakaan tersebut. berikut rinciannya: (lihat Pasal 310 UU LLAJ).

  1.     Pengemudi yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/ atau denda paling banyak Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).
  2.     Pengemudi yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2.000.000,00 (dua juta rupiah).
  3.     Pengemudi yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka berat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
  4.     Jika kecelakaan lalu lintas tersebut mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

 

Lebih jauh mengenai kecelakaan lalu lintas, baca artikel-artikel berikut ini:

  1.     Apakah Perdamaian dalam Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Menggugurkan Tuntutan?
  2.     Hukum Mengemudikan Kendaraan Dalam Keadaan Mabuk
  3.     Patah Tulang Akibat Kecelakaan Lalu Lintas, Tergolong Luka Berat atau Ringan?
  4.     Risiko Hukum Kebut-kebutan di Jalan
  5.     Sanksi Bagi Pelajar yang Berkendara Tanpa SIM
  6.     Bila Bertabrakan dengan Motor yang Melaju pada Jalur yang Salah
  7.     Bisakah Menuntut Masinis Jika Pejalan Kaki Tertabrak Kereta di Perlintasan?

 

Dibaca 29076 kali
Dikategorisasi sebagai Pidana
Dilisensi sebagai Atribusi NonKomersial (CC BY-NC)
Letezia Sihol Cynthia Pemula di Hukumpedia.com

Contact
Location
Posts 13
2017-08-03 00:07:57
Bagaimana jika si penabrak ada itekad baik utk bertanggung jawab atas biaya pengobatan sesuai dgn kemampuaannya tetapi pihak keluarga si korban memaksakan biaya diluar kemampuan si penabrak, sementara keluarga korban orang yg mampu tetapi si penabrak orang yg tdk mampu, mohon jawabannya. Tks
2017-08-03 11:36:15
@lubis13 waduh, agar berat itu. Sebaiknya semua pertemuan dicatat, agar suatu waktu terpaksa ke Pengadilan bisa menjadi salah satu alat bukti yang penting
2015-03-16 14:51:26

salah mention akun tuh @leteziatobing :p

2015-03-16 14:56:25

di lambang twitternya perasaan linknya ke sana. huhu

2015-03-16 11:17:06

Iya kakak @JakartaByTrain memang ga semua harus dibawa ke pidana kakaak.

Tapi cuma mau kasih tau, damai bukan berarti bebas dari tuntutan pidana.

2015-03-16 10:47:49

ah, kan nggak semua soal harus dibawa ke pidana kakak @leteziatobing

Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com