Surabaya Hasil Kerja Risma Dari Sudut Pandang Orang Jakarta
Skor 1
by Narpati Wisjnu Ari Pradana - 07/25/2016, 05:36

Saya kemarin akhirnya melihat langsung hasil pekerjaan legenda Bu Risma.

Buat yang gak pernah mengunjungi Surabaya, cuma bisa nyinyir hanya karena baca dari media lalu menyimpulkan sederhana 'Bu Risma kok ngurusin taman melulu' maka sebaiknya diam saja, pinjam duit dan kunjungi Surabaya secepat mungkin sebelum 'efek Risma' hilang.

Pertama kali mendengar nama Bu Risma adalah beberapa tahun lalu ketika putri saya masih bayi (berarti sekitar tahun 2011) di mana topik yang panas adalah Bu Risma vs DPRD terkait rencana pembangunan jalan tol dalam kota. Bu Risma menolak pembangunan jalan tol, dan setelah saya menyaksikan sendiri kota Surabaya, kota ini memang belum butuh jalan tol walau sudah ada kemacetan.

Jadi kalau kemampuan menolak 'proyek' infrastruktur tak penting jadi tolok ukur, maaf saja, Gubernur Jakarta yang sekarang masih di bawah Risma. Dan jangan salah, sikap keras dalam menolak jalan tol ini berpengaruh dalam kelangsungan visinya tentang Surabaya.

Yang terbayang dahulu mendengar nama 'Surabaya' adalah... puanasss.
Ternyata saya salah. Bahkan dalam kondisi panas tak hujan dengan cuaca cerah dan macet, Surabaya itu dingin (ini perspektif orang yang lahir, besar, dan rajin menggunakan angkutan umum di Jakarta seperti saya). "Dingin"-nya Surabaya tampaknya ikut disumbangkan oleh banyaknya pepohonan di sepanjang jalan-jalan Surabaya.

Salah satu yang membuat saya takjub adalah, bagaimana dengan lahan yang sekecil taman-taman di Jakarta, Surabaya mampu menciptakan "hutan" dengan tanaman yang penuh variasi dan segar serta enak dipandang. Misalnya, dengan luas lahan yang hanya sedikit lebih luas dari lahan Taman Ayodya Melawai Jakarta, Taman Bungkul itu bisa terasa lebih luas, lebih bervariasi tempat bermainnya, lebih 'menghutan'-nan-teduh. (sekedar catatan, saya tidak menghitung area Masjid Bungkul)

 

 

Tentu saja, penghijauan seperti ini tidak akan berhasil jika pemimpin daerah tak mampu dengan tegas menolak proyek infrastruktur tak penting. Seperti yang terjadi pada Taman Semanggi yang kini harus hancur oleh proyek infrastruktur 'Simpang Susun Semanggi'.

 

Jalan di Surabaya, ajaibnya bersih. Walau saya hanya melihat gang-gang dari jalan utama, saya juga melihat gang-gang di Surabaya tak kalah bersih. Saya bahkan sengaja memasang perhatikan ke sudut-sudut trotoar dan jalan dan, mencari sampah adalah hal yang cukup sulit.

Jangan salah, ketika saya bilang 'bersih', bukannya tak ada sampah sama sekali. Saya sebenarnya menemukan beberapa sampah buangan manusia namun jumlahnya sangat jarang bahkan saya rasa bisa jadi permainan 'harta karun berburu sampah'.

Kebersihan semacam ini tidak bisa didapat hanya dengan keberadaan 'pasukan orange' melainkan juga harus muncul dari rasa malu warga Surabaya jika membuang sampah sembarangan. Bahkan di Taman Bungkul yang saat itu saya melihat banyak orang termasuk anak muda, tidak ada satupun yang membuang sampah sembarangan. Ada kelompok penyembuh yang dikerumuni cukup banyak orang dan masing-masing membawa jajanan, mereka meletakkan jajanan di depan mereka, terkumpul di tengah, tidah berceceran ke mana-mana.

Jadi salah satu kesuksesan Bu Risma adalah menimbulkan 'rasa malu' ini. Sesuatu yang masih harus dilakukan oleh Gubernur Jakarta (Jangan menyerah ya, Pak Basuki [dan siapapun penggantimu kelak]).

Hanya satu area yang saya kunjungi tampak tersentuh oleh 'kharisma Risma', yakni Jalan Gersikan. Padahal sebelah utara jalan tersebut, Kedung Cowek, juga tergolong bersih.

Sungai?
Jujur, sungai di Jakarta lebih bening daripada Surabaya.
Namun, sangat jarang melihat sampah mengalir di sungai. Berbeda dengan Jakarta, walau lebih bening, masih cukup mudah melihat sampah yang hanyut maupun tersangkut di sepanjang alirannya. Sekali lagi, ini masalah mental warga.

Tempat jajan pinggir jalan?
Saya makan gado-gado di tempat parkir di samping Museum Kapal Selam di hari pertama kemudian makan Lontong Balap di PKL Taman Bungkul. Sekali lagi, sangat jarang melihat sampah di bawah meja atau sekitarnya. Bukannya tak ada, saya sempat melihat satu-dua puntung rokok, beberapa struk nyasar ke dekat pot, tetapi dibandingkan tipe tempat jajan yang sama di Jakarta, maka tempat jajan pinggir jalan di Surabaya jauh lebih bersih. Sekali lagi, ini masalah mental warga.

Apakah ketika saya membandingkan ini maka saya berharap 'pasukan oranye Jakarta' dibubarkan?
Tidak. Menurut saya kecekatan dan semangat pasukan oranye patut diacungkan jempol. Namun melihat Surabaya, saya melihat ada unsur yang hilang dalam aspek kebersihan di Jakarta yakni partisipasi warga minimal dengan memiliki rasa malu untuk membuang sampah sembarangan. (Plis deh.. bahkan beberapa kali saya menemukan tempat sampah di Jakarta hilang  tongue-out 

Dibaca 1756 kali
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Narpati Wisjnu Ari Pradana Pemula di Hukumpedia.com

A father, a husband, and a programmer.


Contact
Location Kota Jakarta Selatan
Posts 5
2016-08-16 10:58:45
calon pendukung bu Risma #gariskeras
2016-08-09 11:54:47
saya sudah saksikan langsung bagaimana ibu Risma mencoba menata kota dan puas dengan hasilnya bro @kunderemp tapi kok saya was-was kalo beliau benar2 memimpin di Jakarta ya?
2016-08-16 15:22:08
Sebenarnya sih, saya lebih suka kalau yang di Jakarta bisa mereplikasi Surabaya tanpa harus campur tangan Bu Risma.

Tapi kalau Bu Risma ternyata dicalonkan di Jakarta, saya jelas milih beliau walau resikonya Surabaya ditangan... "uhuk" si fulan. *langsung kabur sebelum ditimpuk warga Surabaya
2016-08-03 16:56:35
artikelnya keren, pantas jadi headline
2016-08-03 09:07:02
artikel opininya bagus
2016-07-26 14:22:39
waini walikotanya kakak @andin1337 nih.
2016-07-26 11:05:11
Yay Surabaya
2016-07-26 10:29:00
wahhhh .. keren ya bu risma, soon jakarta kaya surabaya .. Amiinnn
2016-07-26 08:12:57
Jadi kalau bu Risma berkenan maju sebagai Calon Gubernur Jakarta, mas @kunderemp akan jadi relawannya yak
2016-07-26 14:23:00
untuk sesuatu yang baik ya harus bantu mas
2016-07-26 13:13:52
Ahahaha.
Saya dilarang terjun ke politik ama keluarga.
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com