Korupsi = Mencuri
Skor 0
by Ketut Darpawan - 02/10/2017, 02:57

Memang ada benarnya pendapat seorang sahabat, bahwa kalau bicara tentang korupsi atau menyebut istilah korupsi itu, kadang tangkapan orang yang diajak bicara masih di awang-awang.

Sebagian orang memang tidak tahu apa saja perbuatan perbuatan yang bisa disebut korupsi yang diatur di undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi, karena mungkin kurang sosialisasi atau malas membaca. Tapi sebagian lagi sebenarnya hanya pura-pura saja tidak tahu.

Jadi lebih mudah menyebut istilah mencuri saja bagi beberapa jenis korupsi yang sedang tren seperti antara lain mengambil anggaran kantor untuk keperluan pribadi, menerima suap, menerima hadiah atau yang berhubungan dengan perbuatan kita dalam jabatan.

Sebagai sebuah istilah sosial, tidak masalah jika beberapa perbuatan korupsi itu disamakan saja dengan mencuri. Secara filosofis, mencuri itu sama dengan mengambil apa yang bukan hak. Malah efek psikologisnya lebih berat dari sisi kultur atau moralitas.

Lalu mungkin akan ada yang bertanya, “mengapa menerima hadiah dari orang yang ingin berterima kasih kepada kita karena kita dianggap bekerja dengan baik, disebut mencuri?”

Sekarang kita pikirkan saja. Kalau misalnya saya, memutus perkara perdata, lalu pihak yang saya menangkan itu merasa berhutang budi dengan saya, lalu memberikan saya sejumlah uang atau barang sebagai ucapan terima kasih, maka uang itu sebenarnya bukan hak saya. Kalau saya punya keinginan memiliki uang itu dan melaksanakan keinginan itu, maka saya sudah bisa dikategorikan pencuri.

Lalu kita bisa pertajam lagi dengan pertanyaan retoris, tidakkah aturan yang melarang penyelenggara negara atau ASN menerima hadiah karena melaksanakan tugasnya dengan baik itu berlebihan?  toh tidak ada yang dirugikan.

Saya pikir begini, pejabat publik atau penyelenggara negara, atau ASN atau mbuhlah istilahnya apa, sudah digaji negara, sebagai imbalan melaksanakan tugas. Kalau melaksanakan tugas dengan baik, ya memang seharusnya begitu. Tidak perlu masyarakat memberikan lagi uang ucapan terima kasih.

Ungkapan rasa terima kasih cukuplah ditunjukkan dengan cara, salah satunya taat membayar pajak atau taat dengan aturan aturan pemerintah yang dianggap baik. Kalau budaya mengucapkan terima kasih dengan uang itu dibiarkan, maka tidak hanya berpotensi penerimanya akan kecanduan, tapi sekaligus juga akan memicu high cost economy.

Sebaiknya kita merenungkan, bahwa seharusnya uang terima kasih itu bisa digunakan oleh pemiliknya untuk keperluan yang lain, sesuai kebutuhan atau keingiannya. Bisa untuk membelikan susu atau baju baru bagi anaknya, biaya sekolah, membeli perhiasan baru bagi istrinya, bersedekah kepada fakir miskin, atau biaya untuk liburan ke luar negeri bersama keluarganya, dll. Terserah dia. Yang pasti itu bukan hak kita.

Jadi, korupsi itu sama dengan mencuri, sederhana saja…

 

 

Dibaca 347 kali
Dikategorisasi sebagai Hukum dan Masyarakat
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Ketut Darpawan Pemula di Hukumpedia.com

Tempat lahir : Singaraja

Pendidikan : S1 Ilmu Hukum, Universitas Udayana

Pekerjaan : Hakim Pengadilan Negeri Waingapu (2007-2010)

Hakim Pengadilan Negeri Semarapura (2010-2014)

Hakim Pengadilan Negeri Situbondo (2014-sekarang)

Kontak :

e-mail : darpawan[at]yahoo[dot]com

website : darpawan.wordpress.com


Contact
Location Situbondo
Posts 7
2017-02-23 13:32:48
mencuri oeng rakyat!
2017-02-22 15:43:55
Kalo petugas yg terima/mintain persenan dari pak ogah atau parkiran, dan petugas yg mintain uang ke angkot/trus termasuk korupsi gak mas? Saya sering lihat tapi gak ngerti cara melaporkannya.
2017-02-22 15:30:58
Saya pernah 2 kali pingin ketawain petugas, pak. Saya perpanjang STNK ganti plat nomor krn sudah 5 tahun, saya ikuti prosedur. Fotokopi ya bayar sendiri, di ruang pengurusan ya bayar juga utk urus surat2. Ya masa pas ambil plat saya dimintai uang seikhlasnya, lalu saya harus apa pak???
2017-02-22 15:25:21
Kurang sosialisasi itu om. Tapi kadang susah juga menolak ucapan terima kasih, nah itu yang bikin si Tahu jadi si Tidak Tahu
2017-02-17 21:28:06
Budaya org d sini mahh kaga enakan klo ngga ngasih, hahaha budaya yg salah yaa
2017-02-22 15:34:06
Nahhhhhhh sy kalo mau urus surat ke RT/RW/Kelurahan pasti bawa amplop isi 20rb. Org2 sekitar sy ngasih wejangannya begitu..
2017-02-13 12:41:26
Kalau perubahan istilah ini bisa membuat orang takut korupsi bagus juga, tapi entahlah kalau tidak juga hehehehe
2017-02-13 10:17:29
Korupsi itu mencuri, kalau suap bagaimana pak?
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com