Revolusi moral bagi penegak hukum
Skor 1
by Kamaludin Apradi Al Aqsha, S.H. - 06/13/2017, 10:12
 
Apa artinya hukum, jika tidak disertai moralitas? Selanjutnya, bagaimana kita bisa menantikan terpatrinya supremasi hukum di negeri ini jika  moralitas hukum telah mengalami kematiannya?

Bagaimana kita dapat mengharapkan derap langkah hukum diarahkan untuk memuliakan tatanan berbangsa dan bernegara, jika  yang ditampilkan adalah kegaduhan politik dan pelampiasan kehausan akan polaritas dan kekuasaan hukum?
Semua kasus hukum yang tidak henti-hentinya menyembulkan kecurigaan dan mencederai rasa keadilan publik selama ini tidak lain memotretkan arogansi kekuatan dalam jaring-jaring kekuasaan dan kematian moralitas hukum. Moralitas  yang seharusnya melekat pada aparat penegak hukum yang ditampilkan lewat penegakan hukum kini semakin jauh panggang dari api. Itulah yang membuat aparat penegak hukum di negeri ini senantiasa dinilai tidak memiliki nurani dan kepekaan moral.
Sebenarnya, kredibilitas penegakan hukum di negeri ini sudah hampir berada di titik nadir. Cibiran dan cemoohan publik di Tanah Air terhadap aparat penegak hukum yang tidak memiliki nurani itu juga sebenarnya sudah mencolok.
 
Revolusi moral bagi penegak hukum. Karena setinggi apapun pendidikan seseorang muaranya adalah akhlak. Akhlak itu cermin dari pendidikan seseorang.

Dijelaskan dalam QS. An-Nisa: Ayat 135
"Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Maha Mengetahui terhadap segala apa yang kamu kerjakan."

by Kamaludin Apradi Al Aqsha

Dibaca 174 kali
Dikategorisasi sebagai Hukum dan Masyarakat
Ditandai sebagai AKHLAK MORAL KEADILAN
Dilisensi sebagai Atribusi NonKomersial (CC BY-NC)
Kamaludin Apradi Al Aqsha, S.H. Pemula di Hukumpedia.com

Full Name : Kamaludin

Place of Birth : Karawang

Date of Birth : 2 May 1993

Contact Address : Jl. Jatipadang Raya No. 14 RT 09/ 10 Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Phone Number : 0878 0444 3359 / 0813 1941 0261

Facebook : https://www.facebook.com/KarlandLEYsiempre ( Kamaludin Apradi Al Aqsha )

E-mail : kkamaludin3@gmail.com

HIGHLIGHTS

• Graduated student from Department of Business Law, Law Faculty University Nasional Jakarta

• Exceptional track record in student and committee experience

• After graduating, Kamal have many experiences to work on various industry, this unique blend of experiences has made him comfortable working with people from very different backgrounds and given him a broader perspective on consumer culture, behavior and attitudes

• Have conducted research at the Legal Services and Agreements Division and the ASEAN Resource Centre of the ASEAN Secretariat on January 2016 on: “Juridicial Review Mechanism of Dispute Resolution in The Field of Trade and Invesment between ASEAN Countries within the Framework of the Implementation of the ASEAN Economic Community”. active writing on my personal website on www.lensahukum.com and write a lot about Alternative Dispute Resolution, Invesment, ASEAN Economic Community, International Trading of Law, Legal Drafting, International of Law and others.


Contact
Location Kota Jakarta Selatan
Posts 2
2017-06-22 10:19:55
koq balik2 ke akhlak?
2017-06-14 10:50:21
Persoalannya kan nggak bisa hanya dijawab dengan akhlak bang
2017-06-15 10:49:17
justru dengan akhlak (etika&moral)yg menentukan sikap seseorang baik dan buruk perilakunya di masyarakat, pantas atau tidak pantas di masyarakat. orang akan berfikir berulang2 ketika berbuat keburukan, karena mempertimbangkan aspek moral di masyarakat.
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com