Harga diri seharga gengsi
Skor 0
by Eriy Suta - 11/04/2017, 06:17

Di era globalisasi ini banyak sekali anak-anak ataupun para remaja yang terpengaruh oleh kehidupan yang menjerumuskan mereka ke dalam dunia yang kelam demi sebuah gengsi. Anak muda jaman sekarang banyak yang lebih mementingkan kegengsian diri dari pada harga diri mereka sendiri. Banyak sekali cara-cara yang mereka lakukan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan demi mendapat pengakuan derajat dari orang lain. Mereka memberanikan diri untuk melakukan hal-hal yang melanggar norma agama, norma kesusilaan dan norma hukum. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan banyak orang tua. Padahal para orang tua sudah membekali anak-anak mereka dengan ilmu agama dan mebekali mereka dengan ajaran-ajaran yang berlaku di masyarakat. Tetapi banyak sekali remaja yang masih terpengaruh dengan lingkungan yang mereka anggap sebagai panutan atau sebagai suatu hal yang harus di tiru. Apalagi trend kebarat-baratan semakin menguasai pikiran anak remaja jaman sekarang. Banyak sekali anak-anak dibawah umur yang terjerumus ke hal-hal yang mengarah negative.  Permasalahan seperti ini sudah tidak boleh dianggap remeh karena dapat merusak masa depan anak-anak jaman sekarang. Setiap Tahun kasus seperti ini terus meningkat, maka dari itu pemerintah Indonesia membuat sebuah Undang-Undang no 23 Tahun 2002 mengenai perlindungan anak Indonesia. Undang-Undang tersebut disahkan dalam Sidang Paripurna DPR yang ditandatangani oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 20 Oktober 2002. Setahun kemudian sesuai ketentuan pasal 75 dari Undang-Undang tersebut, Presiden menerbitkan Keppres No. 77 Tahun 2003 Tentang Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dibentuk berdasarkan pasal 74 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia memiliki peran  yaitu melakukan pemantauan dan pengembangan perlindungan anak, melakukan advokasi dan pendampingan pelaksana hak-hak anak. Dalam kasus seperti Ini, bukan hanya Undang-undang dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) saja yang berperan dalam melindungi hak-hak anak tetapi para Orang tua juga sangat berperan aktif dalam melindungi anak-anak ataupun para remaja. Terdapat banyak cara untuk para Orang Tua dalam mendidik dan mengarahkan anak kedalam hal yang positif, hal yang paling mudah yaitu terus memberikan nasehat-nasehat yang berguna dan membuka cara berfikir anak-anak ataupun para remaja agar mereka tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas untuk dilakukan. Maka dari itu para orang tua harus lebih memantau kegiatan anak-anaknya agar para orang tua bias mengawasi setiap langkah anak-anaknya. Tetapi adapun orang tua membiarkan sang anak untuk melakukan hal yang tidak pantas untuk di lakukan karena sang orang tua telah menganggap di zaman globalisasi semua orang pantas untuk gaul. Hal seperti ini yang terkadang membuat kita heran yang seharusnya orang tua dapat mendidik dan mengarahkan kita ke jalan yang baik malah membawa kita ke jalan yang tidak benar. Disini para orang tua juga harus dapat introspeksi diri dalam cara mendidik dan mengarahkan anak-anak mereka agar tidak salah pergaulan.

Dibaca 69 kali
Dikategorisasi sebagai Pidana
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Eriy Suta Tamu di Hukumpedia.com

Contact
Location
Posts 0
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com