Kepatutan Penerapan Hukuman Mati di Indonesia
Skor 0
by Diana Hijri Nursyahbani - 05/24/2015, 11:49

Kontroversi mengenai hukuman mati masih terjadi di kalangan masyarakat dunia. Terdapat banyak problematika eksekusi pidana mati, terlepas dari pihak yang pro dan pihak yang kontra. Bagaimana dengan kita di Indonesia? Pidana mati sudah merupakan suatu ketentuan hukum positif. Beberapa aturan hukuman mati yang sampai saat ini masih berlaku dalam perundang – undangan di Indonesia, yaitu dalam KUHP Pasal 340 tentang pembunuhan berencana, Undang – Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan lain – lain.

Dengan demikian Indonesia juga termasuk negara-negara yang masih melakukan eksekusi mati (baca: retentionist), seperti di Amerika Serikat, Arab Saudi, Cina, Libya, Yaman, dan lain-lain. Tetapi tak sedikit pula negara-negara maju yang lebih memilih untuk menghapuskan penerapan hukuman mati di negaranya, mereka beralasan bahwa hukuman mati tidak menyelesaikan persoalan dan hanya akan mendukung terciptanya suatu proses yang menjadikan manusia tidak sesuai dengan kodratnya sebagai manusia (baca: dehumanisasi). Contohnya negara penjajah seperti Belanda yang sudah meghapuskan pidana mati sejak tahun 1870.

Namun yang harus kita ingat bahwa, setiap negara memiliki hak untuk menerapkan yurisdiksi secara mandiri setelah negara tersebut merdeka dan dapat dikatakan telah berdaulat, serta mendapat pengakuan secara de facto dan de jure dari negara lain. Sehingga menjadi suatu kewajiban bagi negara lain untuk menghormatinya, sepanjang hukum yang diterapkan tersebut masih tetap mengindahkan terciptanya keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Dapat disimpulkan bahwa hukum tidak boleh bertentangan dengan kondisi sosial masyarakat dan tidak boleh menjadi penghambat dalam menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Berbicara tentang Hak Asasi Manusia, maka hukuman mati seringkali dianggap telah melanggar pasal 28 A yang berbunyi Setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya. Tetapi, yang perlu digarisbawahi adalah jika seseorang tersebut telah melakukan tindak pidana yang melawan hukum, maka seseorang tersebut harus menanggung hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku, sekalipun itu merupakan hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Jika dilihat dari perspektif hukum Islam, maka hukuman mati diperbolehkan bila mendatangkan kemanfaatan bagi orang banyak dan tentunya melindungi dari hal-hal yang hanya akan menciptakan kemudharatan. Ini berarti Islam juga mengenal dan melegalkan adanya hukuman mati. Seperti yang tertera dalam surah Al-An’am ayat 151 “Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah, melainkan dengan suatu yang benar, yang demikian itu diperintahkan oleh Tuhanmu, supaya kamu memahaminya.” Dari ayat ini jika kita kaitkan dengan terpidana narkotika yang dieksekusi mati, tentunya telah membawa kemaslahatan bagi orang banyak. Bagaimana tidak, dengan begitu setidaknya korban-korban yang harus kehilangan nyawanya secara sia-sia akibat obat terlarang yang mematikan itu menjadi berkurang.

 

Oleh : Diana Hijri Nursyahbani (Mahasiswi Fakultas Hukum UMY ’14)

 

           

 

 

 

Dibaca 1585 kali
Dikategorisasi sebagai Pidana
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Diana Hijri Nursyahbani Pemula di Hukumpedia.com

Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta '14


Contact
Location Samarinda
Posts 4
2016-12-01 06:50:42
Hukuman mati jelas masih di butuhkan, tp ketidakadilan adalah realita yg menjemukan, hukuman mati seolaj hanya sibuk berkutat bagi penjahat kelas teri, tp sulit menembus tirai kekuasaan
2015-05-28 16:35:38

didalam hukuman mati memang terdapat nilai antinomy yang saling bertentangan, antara nilai Ham (barat) dengan nilai Agama (timur), pada kedua nilai ini pasti ada yang dimenangkan dan dikalahkan. Dimenangkan ketika salah satu nilai tersebut diterapkan dan dijadikan hukum positif disuatu negara, maka dapat disimpulkan nilai agama lah yang menang.

2015-05-27 23:05:12

sebenarnya akar permasalahan dari ini semua adalah faktor ekonomi, kalau perut kenyang, kejahatan pasti berkurang, kebanyakan dari mereka membutuhkan uang untuk makan

2015-05-26 09:25:40

tapi di indonesia yang dihukum mati hanya kurir saja, bandarnya belum

2015-05-25 19:45:55

masih ada hukuman lain selain hukuman mati mudah2an pemerintah menemukan hukuman terbaik ya untuk mereka

2015-05-25 16:00:43

Sepakat bila menggunakan hukuman mati untuk mengurangi tindak pidana narkotika, tp perlu diperhatikan ketika yg disorot itu adalah pengedar yg dpt juga dikatakan korban penipuan maka perlu diulas tdk diberikan hukuman mati, hukuman mati untuk gembong narkoba.

2015-05-25 11:19:21

Sebenarnya yang harus diperhatikan prosesnya bukan cuma ujungnya sih.

Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com