Memudarnya Minat Menulis di Kalangan Mahasiswa
Skor 1
by Ni Made Diah Arista Ardiyantini - 06/26/2015, 02:25

Pada era modern seperti saat ini kecanggihan teknologi tidak dapat diragukan lagi, kini segala sesuatu dapat dengan mudah dicari dan dipahami dengan cara-cara praktis tidak lagi dengan membaca literatur tebal yang membutuhkan banyak waktu untuk memahaminya. Para mahasiswa-pun kini mulai menggunakan cara-cara yang praktis ini dalam kehidupannya sehari-hari termasuk dalam mengerjakan tugas, hal ini tidak jarang menimbulkan aksi plagiatisme yang membuat mahasiswa malas menulis maupun mengetik dan hanya mengandalkan tulisan-tulisan yang sudah ada di blog-blog maupun situs-situs lain.

Minat mahasiswa untuk menulis semakin hari semakin memudar karena kecanggihan teknologi yang membuat mahasiswa menjadi malas berfikir. “Saya lebih suka menulis novel dibandingkan karya ilmiah, karena novel lebih mencerminkan kehidupan pribadi saya dan karya ilmiah membutuhkan banyak tenaga dan waktu dalam mencari bahan.” ujar Liana Gunawan Wilatikta (19) sesorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Udayana yang di temui Jumat (26/6) di Fakultas Hukum Universitas Udayana Jl. Pulau Bali no 1 Denpasar. Ditempat yang sama juga ditemui mahasiswi lainnya Diah Laoka Boru Sitorus (19) yang mengatakan bahwa lebih gemar menulis hal-hal yang terkait dengan kehidupannya sehari-hari dibanding dengan membuat suatu karya ilmiah yang merepotkan.

Seperti yang diketahui untuk mendapatkan gelar S1 seorang mahasiswa Perguruan Tinggi harus membuat karya ilmiah berupa skripsi, dengan rendahnya minat menulis di kalangan mahasiswa menjadi hal yang diragukan untuk dapat membuat dan menyelesaikan skripsi tersebut dengan tepat waktu dan efesien bahkan banyak mahasiswa semester atas yang sampai saat ini belum mendapatkan gelar S1 karena malas menulis dan mencari bahan-bahan penelitian yang dibutuhkan dalam skripsi yang ditulisnya. “Faktanya mahasiswa hanya akan menulis suatu karya ilmiah hanya karena suatu kewajiban dan keharusan yang dibebankan padanya, nyaris tidak ada mahasiswa yang memiliki hobi untuk menulis sebuah karya ilmiah, jika ada mungkin hanya sedikit.” tegas Dinar Nareswari (19) saat ditemui redaksi kami di Fakultas Hukum.

Kemudahan teknologi membuat segala sesuatu menjadi mudah diakses, kemudahan ini pula yang membuat memudarnya minat mahasiswa untuk menulis karya ilmiah. Mahasiswa lebih gemar menulis sesuatu yang mudah dan sesuatu yang ada dalam kehidupan sehari-hari mereka. Sebagai generasi muda penerus bangsa sepatutnya para mahasiswa mulai menggemari karya tulis ilmiah sebagai sesuatu yang menarik untuk dikerjakan bukan hanya sebagai kewajiban dan keharusan yang dilakukan secara terpaksa.

*sumber foto : wartakota.tribunnews.com

Dibaca 703 kali
Dikategorisasi sebagai Media dan Komunikasi, Kekayaan Intelektual
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Ni Made Diah Arista Ardiyantini Pemula di Hukumpedia.com

Contact
Location Kabupaten Badung
Posts 1
2015-06-29 10:55:37

habis ini nulis lagi nggak @diaharista ? hehehehe

2015-06-26 14:59:02

lebih baik disentisiskan saja, membuat novel dengan rasa karya ilmiah, lebih baik kan ?

Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com