Menyikapi Copas Artikel Secara Masif oleh Blog Keroyokan
Skor 0
by Dewi Puspa - 11/02/2015, 10:53

Ket Gambar: Artikel di-copy paste 100 Persen Tapi Nama Penulis Diganti

Di forum komunitas Kompasiana beberapa waktu lalu ramai oleh adanya keluhan akan kasus copas artikel secara masif dari Kompasiana oleh sebuah blog keroyokan. Uniknya dari judul dan isi artikel rata-rata 90-100 persen sama persis, hanya nama penulisnya yang diganti. Mirisnya agar tidak dianggap melakukan pencurian artikel, di bagian bawah artikel curian tersebut dituliskan sumbernya dari Kompasiana. Hemmm apa blog keroyokan tersebut bisa disanksi oleh perbuatan copas tersebut yang sangat merugikan Kompasianer?

Pencurian artikel dan foto masih sering dipandang remeh. Pelaku copas artikel maupun pengambilan foto/gambar tanpa menyebutkan sumbernya masih sering terjadi di dunia maya. Padahal tidak mudah lho mengambil gambar dan membuat sebuah artikel. Terkadang untuk membuat satu buah artikel saja perlu mencari referensi beberapa waktu sebelumnya dan mengumpulkan materi yang memadai. Begitu juga dengan foto, untuk mengambil momen matahari terbit, misalnya. Perlu pengorbanan untuk bangun pagi dan memperhatikan momen-momen sehingga menghasilkan panorama yang sempurna.

Sebenarnya mereka yang artikelnya dicuri bisa melaporkannya ke Google. Saat itu ada beberapa kompasianer yang ingin membuat petisi. Akan tetapi kemudian tugas tersebut diserahkan ke pengelola Kompasiana. Oleh karena Kompasiana adalah blog keroyokan maka pengelola Kompasiana lah yang sebaiknya melaporkan peristiwa tidak menyenangkan tersebut sehingga para kompasianer bisa tetap merasa nyaman untuk membuat tulisan di Kompasiana, tidak was-was artikelnya di-copas dan diganti nama penulisnya. Agar kapok, maka blog keroyokan yang melakukan pencurian artikel tersebut perlu diberi sanksi. Dendalah atau dilarang tayang selama beberapa waktu serta membuat pernyataan bahwa mereka telah melakukan copas artikel tersebut secara masif, bukan hanya 1 artikel tapi ada belasan yang saya perhatikan, dan mungkin masih banyak lagi.

Sebenarnya di dalam Undang-undang RI Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) tahun 2008 terdapat pasal yang memuat tentang pelanggaran privasi, pelanggaran karya intelektual, memanipulasi fakta, dan sebagainya. Apabila melanggar dan ada pihak yang merasa dirugikan, maka bisa dibawa ke meja hijau dan pelaku bisa mendapat sanksi hukum berupa hukuman penjara maksimal 12 tahun dan/atau denda maksimal Rp 12 Miliar.

Artikel dan gambar di internet merupakan karya intelektual seperti yang tercantum pada pasal 25. Jika dilakukan manipulasi sehingga seolah-olah data tersebut otentik seperti pada pasal 35, maka dapat dilakukan gugatan perdata.

Berikut pasal-pasal dalam UU ITE yang terkait dengan perbuatan mencuri artikel/foto dan cara penyelesaian sengketa.

Pasal 25:

Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang disusun menjadi karya intelektual, situs internet, dan karya intelektual yang ada di dalamnya dilindungi sebagai Hak Kekayaan Intelektual berdasarkan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.

Pasal 35

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah‐olah data yang otentik.

Pasal 36

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 sampai dengan Pasal 34 yang mengakibatkan kerugian bagi Orang lain.

Pasal 38

(1)Setiap Orang dapat mengajukan gugatan terhadap pihak yang menyelenggarakan Sistem Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang menimbulkan kerugian.

(2)Masyarakat dapat mengajukan gugatan secara perwakilan terhadap pihak yang menyelenggarakan Sistem Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang berakibat merugikan masyarakat, sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.

Dengan melakukan gugatan terhadap pihak yang merugikan kompasianer maka bisa menjadi tamparan keras dan momen perubahan terhadap kondisi dunia maya di Indonesia. Kebiasaan copy paste artikel harus terus diperangi agar seluruh netizen, termasuk generasi muda memiliki kesadaran menghargai hak intelektual pihak lain. Menghargai hasil karya cipta orang lain adalah budaya bangsa yang cerdas.

Salah satu artikel di Kompasiana yang menyuarakan kekecewaan akan tindakan copas tersebut:

Pencurian Tulisan Kompasiana Blogtrip Wisata Bahari Milikku.

 

Dibaca 577 kali
Dikategorisasi sebagai Kekayaan Intelektual
Dilisensi sebagai Atribusi NonKomersial Berbagi Serupa (CC BY-NC-SA)
Dewi Puspa Pemula di Hukumpedia.com

Suka jalan-jalan dan wisata sejarah


Contact
Location Kota Jakarta Timur
Posts 6
2015-11-18 12:03:15

salah satu kreatifitas

2015-11-08 09:45:13

Repot sih emang soal copas copasan ini

2015-11-04 14:22:41

pemalas aja, mungkin dengan cara gitu dapet iklan banyak padahal katrok

2015-11-04 17:19:27

Iya kasihan sekali yang pasang iklan, apa tidak lihat dulu reputasi dari blog keroyokan itu ya.

Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com