Strategi Pencegahan Korupsi Versi Cagub Jakarta
Tanggal Registrasi 08-12-2016 12:01 hingga 08-12-2016 18:01
Tanggal Event 09-12-2016 00:01 hingga 16-12-2016 23:59

Proses menuju pemilihan Gubernur dan Wakil Guberner di DKI Jakarta telah dimulai. KPU DKI Jakarta juga sudah menetapkan 3 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta yaitu Pasangan Agus Harymurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang diusung oleh Partai Demokrat, PPP, PKB, dan PAN, kemudian Pasangan Basuki Tjahaya Purnama dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung oleh PDI Perjuangan, Partai HANURA, Partai Golkar, dan Partai Nasdem, dan terakhir pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang diusung oleh Partai Gerindra dan PKS. KPU juga sudah menetapkan masa kampanye dari 27 Oktober 2016 hingga 11 November 2017. Pada masa kampanye ini, ketiganya juga telah berkampanye untuk menyampaikan visi dan misinya ke publik jika nanti terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta pada masa bakti 2017 – 2022, sederet persoalan di Jakarta akan segera menyapa. Beberapa diantaranya yang menonjol adalah masalah kemacetan, banjir, dan juga persoalan korupsi di birokrasi. Terkait korupsi di birokrasi, kajian ICW pada 2016 misalnya mencatat korupsi di birokrasi daerah masih jadi episentrum dari praktik korupsi. ICW setidaknya menemukan bahwa pada semester I 2016 praktik korupsi di daerah mencapai 205 kasus (97%). Sebaliknya di level nasional hanya lima kasus (2%) dan pelaku korupsi terbesar adalah birokrat di daerah. Karena itu pencegahan korupsi di daerah menjadi salah satu hal penting untuk ditelusuri terutama dengan pesatnya proyek – proyek infrastruktur baik yang dijalankan melalui skema APBN ataupun melalui APBD. Ketiga pasangan calon juga telah menyampaikan visi dan misinya. Namun dari ketiga pasangan calon tersebut, hanya Pasangan calon Basuki Tjahaya Purnama dan Djarot Saiful Hidayat dan Pasangan calon Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang secara eksplisit mencantumkan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Pertanyaan – Pertanyaan Kunci Kepada ketiga pasangan calon tersebut, perlu diberikan pertanyaan – pertanyaan kunci sebagai berikut: 1. Bagaimana strategi pencegahan korupsi terutama di birokrasi terkait dengan proyek proyek pembangunan infrastruktur yang dibiayai oleh APBD Jakarta 2. Meski telah menerapkan pengadaan barang dan jasa melalui sistem elektronik, namun KPK menengarai bahwa pengadaan barang dan jasa secara elektronik masih terjangkiti dengan penyakit korupsi. Bagaimana strategi membangun sistem pengadaan barang dan saja secara elektronik yang bebas dari korupsi 3. Bagaimana strategi memperkuat fungsi inspektorat daerah dan mengefektifkan whistle blower system sebagai salah satu upaya pencegahan korupsi

Bagan Debat

 

Topik Debat

Event Debat Lainnya
Artikel Hukumonline.com