Di sengol pengendara motor yg mabuk
Skor 0
by Mulyadi Muljoharjono - 11/30/2017, 11:30

Salam hormat,

saya lagi menghadapi kasus disengol sama pengendara motor yg dalam pengaruh alkohol.

kejadiannya 2 minggu yg lewat sore skitar jam 18:30 pada saat saya lg menuju ke kantor.

Pada saat itu saya mengendarai Mobil pick up melihat bahwa pengendara motor yg ada di depan jalannya tidak lurus, saat itu juga saya sdh berasumsi bahwa pengendara motor tsb sptnya dlm keadaan mabuk. Di karenakan jalannya lambat saya berusaha utk melewatinya, di saat saya telah melewatinya lbh dr setengah badan Mobil si pengendara menyenggol bagian samping belakang mobil saya, dan pengendara motor itu jatuh.

melihat kejadian itu saya mencari lokasi utk Parkir Mobil saya spy tdk terjadi kemacetan.

singkat cerita, si pengendara motor saya Bawa ke RS utk mendapatkan perawatan dan seluruh biaya pengobatan dan RS saya bayar lunas

Dan sekarang mobil saya berada di Polres, pada saat saya ingin mengurus Mobil saya, Oleh polisi yg bertugas saya di kenakan UU lalulintas pasal 310 ayat 2.

 

pertanyaan saya,

1. Dengan  kejadian yg terjadi spt yg saya sampaikan diatas, apakah saya sebagai org yg bersalah ??

2. apakah UU yg di tujukan ke saya itu sesuai ??

 

Mohon bantuan pencerahannya..

 

Terima kasih

 

 

 Nb : saya dengan si pengendara motor sudah sepakat dan sudah menandatangin Surat perdamaian

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dibaca 60 kali
Dikategorisasi sebagai Hukum dan Masyarakat
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Mulyadi Muljoharjono Tamu di Hukumpedia.com

Contact
Location
Posts 0
2017-12-04 21:33:26
Selamat malam pak, disini saya akan mencoba menjawab pertanyaan hukum yang bapak pertanyakan.
untuk menjawab pertanyaan pertama maka perlu di pahami, kesalahaan dalam hukum pidana terbagi menjadi 2 yaitu kesengajaan dan kelalaian, dalam hal ini dikarenakan bapak di kenakan pasal 310 ayat (2) yang berbunyi "Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (3)" maka unsur kesalahan yang disangkakan kepada bapak adalah kelalaian yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas. maka perlu dilihat apa yang dimaksud "lalai" secara singkat. Yang dimaksud lalai secara hukum ialah tidak melakukan tindakan penghati-hati (atau
tindakan penduga-duga) padahal dalam situasi tersebut seharusnya dilakukan tindakan penghati-hati(atau tindakan penduga-duga).Dalam hal ini di kaitkan dengan kasus bapak diatas dapat dikatakan bapak sudah melakukan tindakan penduga dugaan atau tindakan penghati hatian untuk menghindari kemungkinan yang tidak diinginkan (tetabraknya pengendara motor), maka dengan demikian tindakan yang bapak lakukan dengan menghindari pengendara motor dengan cara menyalip pengendara mabuk bukan merupakan suatu kelalaian yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas, melainkan suatu ketidaksengajaan. dengan demikian bapak tidak dapat dikatakan bersalah.
untuk menjawab pertanyaan kedua, perlu dilihat pasal yang disangkanan kepada bapak yaitu pasal 310 ayat (2) UU Lalu Lintas perlu dipenuhi 2 (dua) hal esensial, yang pertama karena kelalaian menyebabkan orang lain luka, dan yang kedua menyebabkan rusaknya kendaraan, dalam hal ini mungkin unsur kedua terpenuhi yaitu rusaknya kendaraan, namun dikarenakan pasal 310 ayat (2) diharuskan terpenuhi kedua unsurnya maka pasal yang ditujukan kepada bapak tidak terpenuhi karena unsur pertama yaitu : karena kelalaian menyebabkan kecelakaan orang lain tidak terpenuhi sebagaimana dalam penjabaran saya yang pertama.
Sekian terima kasih
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com