LegalOfficer #01 : Catatan Pembuka
Skor 1
by ANGGARIAN ANDISETYA - 09/24/2016, 07:00

 

 

 

Assalamu'alaikum wr.wb.

Salam sejahtera di manapun Rekan-rekan berada!

Bekerja adalah fitrah. Manusia dari seawal penciptaan digariskan sebagai "pekerja" untuk mengolah Bumi dan seisinya. Tentu saja sesuai kapasitas dan kapabilitasnya.

Manusia bekerja dalam rangka menyempurnakan takdirnya. Apapun pekerjaan manusia, di situlah cerminan takdir mereka. Seorang penarik becak menyuratkan takdir mereka dari kesehariannya. Seorang kontraktor menggariskan kehidupannya dengan pekerjaan rutinitasnya.

Demikian pula legal officer.

Legal officer, atau dalam terminologi bahasa Indonesia disebut pula staf bagian hukum, adalah profesi dalam suatu badan usaha yang berperan dalam penyelesaian administrasi, dokumentasi, maupun kegiatan lain di bidang hukum. Lingkup pekerjaan pada umumnya penyeliaan dokumen hukum perusahaan, penyusunan (drafting) dan telaah (review) dokumen hukum perusahaan, pengurusan perizinan, penyelesaian sengketa di dalam maupun di luar pengadilan, dan asistensi kegiatan perusahaan tertentu dari aspek hukum.

Lingkup pekerjaan legal officer bergantung kebutuhan perusahaan dan ketersediaan sumber daya manusia di bagian tersebut. Pada beberapa perusahaan, legal office sebagai unit di bidang hukum membagi ke dalam beberapa sub unit, semisal sub unit perizinan, sub unit contract drafting, dan sub unit corporate law. Khusus bagian terakhir adalah sub unit yang bertanggung jawab dalam pengawasan dan pelaksanaan ketentuan hukum perusahaan yang relevan dengan kegiatan perusahaan, semisal pelaksanaan rapat umum pemegang saham dan tata cara pergantian pengurus atau direksi.

Akan tetapi, pada beberapa perusahaan lainnya keseluruhan unit tersebut dilebur dalam unit hukum yang utuh tanpa spesialisasi. Dengan kata lain, beberapa personil hukum yang ada secara keseluruhan bertanggung jawab terhadap permasalahan pengurusan perizinan, penyusunan kontrak, dan hukum perusahaan. Lebih ekstrim, terdapat perusahaan tipe Superman dimana persoalan hukum terkait perusahaan-mulai dari perizinan sampai hukum perusahaan-diamanahkan kepada 1 (Satu) orang personil khusus di bidang hukum.

Cukup?

Belum! Perusahaan keempat jauh lebih ekstrim. Dalam tata organisasi yang ada, unit bagian hukum dilebur dengan unit lain-semisal general affair atau public relations. Entah dari sisi efektifitas dan efisiensi atau pertimbangan lain, pada organisasi yang demikian seorang staf legal office diberdayakan untuk menyelesaikan tidak hanya persoalan di bidang hukum, melainkan juga hal-hal di luar hukum, semisal penyelenggaraan kesekretariatan, kehumasan, sampai dengan pekerjaan di bidang umum. I think maybe they shall recruit Spiderman to join with them. LOL

Apapun sifat organisasi yang ada, seorang legal officer menanggung beban yang tak sembarangan. Hal demikian seringkali diremehkan dan dipandang sebelah mata. Pendapat mainstream memandang legal officer vital sebagai administrator di bidang hukum dan kurir dalam penyelesaian perizinan. Oleh karenanya, dalam beberapa kasus, penempatan bagian hukum diisi oleh orang-orang tak berlatar belakang hukum. Tak aneh dalam beberapa kasus penyusunan surat keputusan Direksi, semisal, berubah menjadi kontrak atau perjanjian pada saat surat keputusan tersebut mengalami perubahan. Bagaimana tidak, karena dalam pemberian judul saja tidak memperhatikan "kelaziman" dan "kepantasan" penggunaan bahasa hukum. Maksud hati menuliskan "Perubahan Surat Keputusan Direksi..." yang terjadi malah "Amandemen Surat Keputusan Direksi ..." Salah? Tidak juga, namun kurang tepat.

Seorang legal officer seperti menjadi penasihat spiritual. Dalam keadaan apapun, persoalan kerap datang dan dipertanyakan, baik pandangan kilas maupun penyelesaiannya. Seorang legal officer dipandang seperti "perpustakaan perundang-undangan berjalan." Seakan menguasai segala lika-liku hukum; seolah menggenggam seluruh pengetahuan dan pemahaman hukum. Sebuah pencitraan yang membanggakan-sekaligus mengerikan.

Legal officer diasumsikan menyerupai dokter : penyembuh segala penyakit. Penafsiran kontrak, ditanyakan kepada legal officer. Penyusunan klausul perjanjian, diskusikan dahulu dengan legal officer. Ketentuan pergantian pimpinan perusahaan, konsultasi kepada legal officer. Perizinan lambat, dipasrahkan kepada legal officer. Tuntutan dari customer, dilemparkan kepada legal officer. Ada promosi jabatan kosong, abaikan legal officer. laughing

Hal paling sadis dari keadaan tersebut adalah legal officer menjadi tangan kanan untuk penyelesaian kerumitan yang timbul akibat tindakan-tindakan praktis yang hanya memperhatikan keuntungan jangka pendek. Manuver-manuver sesat di titik tertentu ketika jalan keluar menjadi buntu dan ancaman norma berdiri di seberang jalan, legal officer menjadi umpan : carikan dalil bantahan! Demikian adanya.

Karir itulah yang saat ini sedang direzekikan kepada saya. Tentu saja tidak segila gambaran di atas. Akan tetapi, hal-hal tersebut mungkin saja akan saya alami di kemudian hari. Pemimpin datang dan pergi. Kebijakan hadir dan berganti. Segala yang baik hari ini, bisa jadi memburuk esok hari. Kegiatan yang prosedural saat ini bukan tidak mungkin di suatu saat nanti menjadi acak dan kritis karena tindakan fasis pemimpin-pemimpin perusahaan di masa yang akan datang.

Dan tugas seorang legal officer-lah untuk mengantisipasi hal tersebut tak terjadi. Semoga.

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Dibaca 1347 kali
Dikategorisasi sebagai Karir dan Profesi Hukum
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
ANGGARIAN ANDISETYA Pemula di Hukumpedia.com

Muda, Energik, Integritas, Dedikatif, Loyalitas


Contact
Location Kabupaten Bondowoso
Posts 2
2016-12-31 10:06:30
Teman sy jg ada yg seperti itu bang kondisinya, bahkan dia cm sendiri ibarat nanggung segala macam keruwetan perusahaan, kasian jg klo kyak gtu, jika seandainya perusahaan2 memandang penting profesi tersebut, pasti jalannya insya Allah baik, sukses terus karirnya bang
2016-10-31 10:56:33
busenggg berat kali bang..
2016-10-26 17:44:44
Luar biasa pekerjaan legal officer kerjaanya cukup banyak bahkan bisa dibilang seperti penasihat hukumnya perusahaan... Berbicara tentang penasihat hukum atau sering disebut advokat.. Apakah legal officer bisa beracara di pengadilan? Dan apakah menjadi legal officer itu harus menjadi advokat?
2016-09-30 10:07:43
Pro revisi undang-undang terorisme Usakti
2016-09-26 14:02:25
pekerjaan legal officer itu apa mirip palu gada (apa lu mau, gue ada) bang?

Sebenarnya menarik sih, asalkah penempatan unit legal bukan sekedar unit sampingan tapi memang bagian inti dari perusahaan
2016-09-27 12:46:04
Selama ini pemikiran orang awam begitu. Legal Officer dipandang kayak tikus tanah. Bisa nggali tanah apa aja dan kemana aja. Repot kalau praktisi hukum dipaksa ikut gaya pragmatis.

Nah, penempatan ini yang seringkali asal punya. Tidak memperhatikan urgensi dan ruang lingkup pekerjaan. Asal campur dengan tugas-tugas non hukum. Konyolnya, ada perusahaan punya Legal Office tapi nggak punya Legal Officer. It's real!
2016-09-26 11:17:18
Sukses terus mas,

duhh.. saya baru mau lulus sempat kepikiran untuk jadi legal officer sih haha
2016-09-27 12:34:12
Aamiin. Makasih Mas
Jajal aja nggak masalah. Tapi ya namanya kerja di tempat orang harus tahu situasi. Kesabaran diuji banget. Harus banyak-banyak belajar "keseimbangan" walau mau nggak mau kudu condong ke kanan.
2016-09-26 11:05:55
menarik soal "Hal paling sadis dari keadaan tersebut adalah legal officer menjadi tangan kanan untuk penyelesaian kerumitan yang timbul akibat tindakan-tindakan praktis yang hanya memperhatikan keuntungan jangka pendek. Manuver-manuver sesat di titik tertentu ketika jalan keluar menjadi buntu dan ancaman norma berdiri di seberang jalan, legal officer menjadi umpan : carikan dalil bantahan! Demikian adanya."

gimana cara mengatasinya bang?
2016-09-27 12:41:05
Hahaha... Pertanyaan mudah, jawabannya yang susah. Pengalaman pribadi selama ini, ya tetap diusahakan cari dan mengkaji kemungkinan-kemungkinan dalil atau celah yang bisa dipakai sebagai solusi. Tapi kalau itu pun mentok dari sisi aturan tidak ada pembenaran atau exit way-nya kepentok aturan, ya kita bilang saja apa adanya. Walau dari pihak perusahaan pasti tidak puas, insya Allah ke depan jauh lebih aman.

Selama ini paradigma yang masih banyak berkembang, legal officer sebagai "tikus penggali tanah." Mau pasir, mau lempung. Mau kepentok batu cadas pun, Legal Officer harus bisa "membuat jalan yang baik" bagi perusahaan. Lupa kalau ada tanggung jawab moral sebagai praktisi hukum yang disandang seorang Legal Officer. Tapi, beginilah dunia!
2016-09-26 10:29:56
Semoga karirnya terus menanjak ya. Jangan menyerah dan tetap semangat
2016-10-07 14:14:44
hehehehe
2016-09-27 12:35:07
Aamiin. Thank you Insya Allah keep fight!
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com