Sisi Lain Polemik Anak Gugat Ibunya sendiri 1,8 M
Skor 0
by Anggara - 03/30/2017, 08:45

Terus terang saya suka bingung, kenapa berita ini begitu viral. Bisa jadi sentiment durhaka juga menyertai. Tapi saya hendak memperbincangkan bagaimana media juga salah dalam melihat kasus ini. Analisis ini cuma sekedar analisis singkat yang mendasarkan pada berbagai pemberitaan media

Pertama soal 1,8 M

Nilai gugatan sebenarnya “hanya” Rp, 640 juta. Ini adalah nilai gugatan atau kerugian yang bisa dibuktikan. Sisanya adalah nilai gugatan immaterial yang sulit dibuktikan karena sifatnya yang subyektif. Seringkali juga ditolak oleh Pengadilan. Dan kalaupun dikabulkan, biasanya sangat kecil ketimbang nilai kerugian immaterial yang diminta

Menggunakan kata “digugat 1.8 M” buat saya jelas salah secara etik, karena faktanya tidaklah demikian  karena ini gugatannya hanyalah bernilai Rp.640 juta.

Kedua soal menggugat ibu itu durhaka

Saya nggak terlampau tahu kenapa si ibu ini sampai digugat oleh anaknya. Tapi dari pemberitaan media ada beberapa hal yang saya soroti

Utang piutangnya sebenarnya antar saudara kandung, artinya antara penggugat dengan saudara2nya sendiri. Namun, entah kenapa si ibunya juga terlibat jadi penjamin. Kira2 asumsi saya demikian dengan membaca pemberitaan media.

Nah sialnya, dalam hukum, menggugat secara perdata tidak boleh kurang pihak. Artinya semua pihak yang terlibat dalam peristiwa hukum itu harus ditarik sebagai pihak. Kalau nggak nanti putusannya adalah gugatan tidak diterima kurang pihak.

Jadi ya tidak ada urusan sama durhaka, secara teknis memang mau nggak mau si ibunya harus ditarik kedalam gugatan. Meskipun tergugat utamanya adalah saudaranya sendiri

 

Dibaca 533 kali
Ditandai sebagai Anak Durhaka Anak Gugat Ibu
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Anggara Penulis di Hukumpedia.com

Bukan siapa2, cuma sekedar tukang cerita


Contact
Location
Posts 133
2017-04-10 10:22:30
jadi yang 1,8 M itu apa kak? gugatan immaterial?
2017-04-10 15:53:19
yang 1,2 M itu gugatan immaterial kak
2017-04-04 11:03:18
Tapi bang kenapa sengketa antar saudara mesti ke Pengadilan ya?
2017-04-10 15:53:30
koq pada nganu ya
2017-04-04 11:06:01
bisa jadi udah bete ya?
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com