Penumpang kereta komuter dan Kemacetan Sekitar Stasiun
Skor 0
by Anggara - 11/08/2017, 05:18

Soal tuduhan penumpang kereta komuter yang bikin macet di area sekitar stasiun kereta komuter ini memang sudah lama  ada. Bentuknya macem2 sih.

Dari tindakan nyata, seperti memagari trotoar di seluruh stasiun – stasiun kereta komuter di Jakarta sampai dengan upaya membangun infrastruktur yang tidak ramah untuk semua seperti JPO. Alasan utamanya adalah kemacetan saat terutama jam jam ramai penumpang.

Ada lagi tindakan lisan berdasarkan pengamatan atau riset (juga boleh) dari drone.

Intinya ya begitu, penumpang kereta komuter yang membludak dan tumpah ruah bikin macet. Benarkah? Tentu penyebabnya harus diurai satu persatu dan kasuistik dan tentu tidak sama di setiap stasiun.

Buat saya, penumpang tumpah ruah keluar dari stasiun karena infrastrukturnya tidak memadai. Baik infrastruktur dari sisi fisik ataupun penyediaan feeder. Nggak bisa dong sekedar bangun trotoar lebar2 tapi dipagerin dan feeder tidak tersedia.

Dari sisi penyediaan feeder misalnya, khusus Tanah Abang, masa pemerintahan yang terdahulu, Kopaja 52 yang membawa penumpang dari Tanah Abang ke kebon sirih, gondangdia, dan cikini dst malah dialihkan jalannya. Awalnya ya lewat depan stasiun persis. Karena dianggap biang macet, terus rutenya dialihkan.

Yang tersedia lagi2 ya angkot. Sialnya yang menuju ke daerah tengah macam menteng malah tiada.

Buat saya sih, macet di daerah stasiun ya wajar saja terjadi. Namun soalnya bisa dikendalikan atau tidak? Dan bagaimana solusi TOD untuk penumpang? Tentu nggak bisa short cut macam mengalihkan rute ataupun mengartikan TOD sebatas bikin apartemen dan mall di stasiun.

Kalau kata seorang teman, yang diperlukan adalah sedikit berimajinasi dan memastikan semua orang (ya semuanya termasuk anak kecil umur 2 tahun yang baru belajar jalan) bisa mengakses soal stasiun.

Soal pengendara kendaraan pribadi mengeluh tentang macet. Ya biarkan saja.

Gitu aja koq repot

Dibaca 65 kali
Dikategorisasi sebagai Humaniora
Ditandai sebagai macet kereta komuter feeder
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Anggara Pemula di Hukumpedia.com

Bukan siapa2, cuma sekedar tukang cerita


Contact
Location
Posts 133
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com