Larangan Perempuan Duduk Mengangkang di Aceh
Skor 0
by Adrian W - 01/21/2018, 10:25


Manusia di ciptakan oleh Allah SWT sama derajatnya seperti laki-laki dan perempuan, tidak ada yang membeda-bedakan mereka . Kami tau bahwa Aceh dianugerahkan secara khusus sebagai Serambi Makkah, ternyata malah membawa dampak buruk tertentu baginya. Satu hal kecil yang mencerminkan adanya dampak buruk adalah ketika larangan duduk ngangkang dalam berkendara diresmikan. Dengan adanya larangan seperti itu kesempatan kecelakaan bagi pengendara semakin besar karena posisi yang tidak seimbang antar kiri dan kanan. Selain itu masih banyak lagi alasan mengapa larangan ini begitu meresahkan masyarakat. Ada beberapa pihak yang mengatakan bahwa ini adalah wujud tegas dari upaya pemerintah Aceh untuk menerapkan Islam Kaffah di Aceh. Salah satu kota di Aceh yang menggunakan larangan tersebut ialah Kota Lhokseumawe yang terletak di wilayah utara Aceh.

Seperti diketahui, sejak 7 Januari 2012 Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya secara resmi mengeluarkan surat edaran yang melarang perempuan dewasa duduk mengangkang saat dibonceng menggunakan sepeda motor. Wujud tegas dari upaya pamerintah Aceh ini untuk menerapkan Islam Kaffah di Aceh. Dalam arti, Aceh harus mengikuti hukum-hukum yang ada dalam Syariat Islam. Mudahnya, Pemerintah Aceh menginginkan Syariat Islam ini menjadi basis vital semua aktivitas yang ada di Aceh. Bahkan, budaya Aceh sekarang sudah disamakan dengan budaya Islam seperti di Mekkah. Tetapi banyak pro dan kontra setelah resminya larangan tersebut yang membuat masyarakat terutama bagi permpuan mereka tidak mendapatkan hak mereka sebagai perempuan dan mereka merasa di beda-bedakan(fimela.com/2013).

Banyak sekali masalah yang di debatkan oleh masyarakat dengan pemerintah akibat larangan ini di resmikan. Bukan hanya masyarakat aceh yang tidak setuju banyak masyarakat luar pun ikut tidak setuju karna ini bisa membahayakan keselamatan saat berkendaraan roda dua. Efek perempuan duduk miring atau kesamping bisa membuat kendaraan tidak stabil dan bisa membuat banyak kecelakaan akibat kurangnya kestabilan. Mungkin memang niat pemerintah Aceh mengeluarkan larangan ini untuk perempuan supaya mereka bisa menutup aurat mereka terhadap masyarakat.

Jadi boleh pemerintah mengeluarkan larangan itu tetapi pemerintah di Aceh musti bersikap adil tidak membeda-bedakan perempuan dengan laki-laki karena perempuan mempunyai hak mereka juga dan memikirkan terlebih dahulu sebab akibat yang akan terjadi jika perempuan duduk miring ketika di kendaraan beroda dua .


Dibaca 158 kali
Dikategorisasi sebagai Hak Asasi Manusia dan Humanitarian
Ditandai sebagai
Dilisensi sebagai Atribusi (CC BY)
Adrian W Tamu di Hukumpedia.com

Mahasiswa Hukum Binus


Contact
Location Kota Jakarta Utara
Posts 0
Topik Pilihan
Topik Terhangat
Artikel Hukumonline.com